
Amartha berpartisipasi pada acara Money 20/20 di Bangkok.
JawaPos.com–Amartha turut berpartisipasi pada acara Money 20/20 yang dilaksanakan di Bangkok, Thailand. Amartha menekankan peran penting teknologi inovatif dan pendidikan literasi keuangan yang inklusif guna meningkatkan daya saing usaha mikro serta memimpin bisnis di era profitabilitas yang berkelanjutan.
Founder & CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra mengatakan, inovasi teknologi dan literasi keuangan yang inklusif merupakan kunci dalam meningkatkan daya saing usaha mikro Indonesia di Asia Tenggara. Asia Tenggara adalah rumah bagi jutaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang menyumbang hingga 40 persen dari ekonomi wilayah tersebut.
”Bisnis mikro mewakili hingga 94 persen dari total UMKM, memainkan peran penting sebagai mesin pertumbuhan ekonomi, terutama di negara-negara seperti Indonesia dan Thailand,” ujar Andi Taufan Garuda Putra.
Meskipun kontribusi mereka signifikan, lanjut dia, 90 persen pedagang mikro di Asia Tenggara mengalami hambatan. Seperti akses kredit yang terbatas, tantangan dalam mendapatkan pinjaman karena jaminan yang tidak memadai dan minim riwayat kredit, serta rendahnya literasi keuangan digital, terutama di daerah pedesaan.
”Pelaku industri teknologi finansial seperti Amartha, memainkan peran kunci dalam menyediakan layanan yang mudah diakses kepada segmen yang tidak terlayani, dimana proporsi pinjaman usaha mikro terhadap layanan pinjaman teknologi finansial lebih besar dibandingkan usaha menengah,” tutur Andi Taufan Garuda Putra.
Dia menjelaskan, kondisi geografis yang luas selalu menjadi fokus utama dalam menyediakan akses permodalan yang merata bagi usaha mikro di Indonesia. Salah satu tantangannya adalah penyaluran modal yang belum merata di luar pulau Jawa.
”Sebagai penyedia layanan keuangan digital inklusif, Amartha terus berkomitmen menghadirkan teknologi terbaik yang relevan dan ramah pengguna bagi usaha pedagang mikro tradisional, memungkinkan mereka untuk mencapai potensi terbaik mereka,” ungkap Andi Taufan Garuda Putra.
Dalam memastikan inklusivitas, menurut dia, Amartha telah membangun infrastruktur keuangan digital yang menghubungkan bisnis mikro di kota-kota tier 2 dan 3 di luar Jawa. Yakni dengan menawarkan model pendanaan dan pemberian pinjaman yang terintegrasi baik dari sektor institusi maupun ritel.
”Hal ini memungkinkan para peminjam untuk mengakses modal kerja dengan efisien,” kata Andi Taufan Garuda Putra.
Guna menyediakan ketersediaan akses permodalan yang lebih luas, lanjut dia, Amartha menggunakan local branchless agents, yang memberdayakan mitra bisnis lokal di pedesaan dengan menawarkan layanan keuangan digital seperti transfer peer to peer, tabungan mikro, dan pembayaran tagihan. Produk-produk strategis itu memperluas layanan keuangan esensial kepada para pelaku usaha mikro.
”Melalui pendekatan tersebut, Amartha secara aktif mempromosikan literasi digital dan keuangan dengan menempatkan local branchless agents ke pedesaan,” papar Andi Taufan Garuda Putra.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
