
Pekerja mengangkut beras di Pasar Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (4/3/2024). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
JawaPos.com - Menjelang Ramadan, harga besar yang sebelumnya sempat naik kini sudah mengalami penurunan menjadi Rp 12.000 per liter.
Seperti yang terjadi di pasar Rawasari cempaka putih Jakarta Pusat, terpantau harga beras mengalami penurunan sebesar Rp 1.500, dari sebelumnya Rp 13.500 per liter menjadi Rp 12.000 per liter.
"Alhamdulillah sudah ada yang Rp12.000 dan Rp12.500 gitu, kalau yang sebelumnya yang paling murah tuh Rp13.5000, sekarang sudah ada 12 itu," kata pedagang beras Indra yang dilansir dari akun Youtube Jawa Pos, Kamis (7/3).
Indra mengaku, harga beras yang mengalami penurunan itu merupakan beras kualitas sedang yang banyak dibeli oleh masyarakat.
"Jenis beras yang sedang lah, yang sedang yang biasa orang beli, masyarakat beli, yang menengah itu sudah ada Rp 12.000," lanjut Indra.
Hal senada juga diungkapkan Ani selaku konsumen, ia menuturkan harga beras mengalami di pasar tersebut mengalami penurunan harga.
"Alhamdulillah sekarang harga beras sudah mulai turun, tadinya mana ada harga yang Rp 13.500, tadinya Rp14.000 paling murah, sekarang sudah mulai turun turun ada yang Rp 12.500 lagi," kata Ani dikutip dari akun Youtube Jawa Pos, Kamis (7/3).
Namun meskipun harga beras sudah terpantau turun, malah harga beras kualitas premium mengalami kenaikan harga, dari sebelumnya Rp 14.500 per liter menjadi Rp 17.500 per liter.
"Yang naik itu sekarang malah beras premium ya kayak Pandan Wangi, itu bisa naik lagi, dari tadinya Rp14.500 naik terus sekarang sampai Rp17.500 kalau saya jual 17,5 paling mahal," tambah Indra.
Diberitakan sebelumnya, pada kamis 15 Februari lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjanjikan harga beras akan turun dalam dua minggu ke depan. Hal ini sejalan dengan kabar panen raya beras yang akan berlangsung pada Maret 2024.
"Saya kira seminggu atau dua minggu ini beras akan sedikit turun, sambil nunggu panen raya lagi. Kalau panen rayanya datang lagi, pasti juga beras akan turun," kata Jokowi usai melakukan sidak di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, Kamis (15/2).
Menurutnya, kenaikan harga beras yang terjadi di sejumlah wilayah disebabkan karena masalah suplai.
"Masalah suplai, karena memang panennya belum masuk. Dari yang produksi panen belum masuk pasar. Distribusinya juga terganggu di urusan banjir di Demak, Grobogan itu juga mempengaruhi," jelas Jokowi dilansir dari JawaPos.com.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
