Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 November 2023 | 01.38 WIB

Luhut Ungkap Dana Pertamina USD 300 Juta Sempat Tertahan di Venezuela, Bisa Bebas Berkat Bantuan AS

Luhut dan Istri saat proses pemulihan di rumah sakit Singapura. (Sumber Berita: Instagram @luhut.pandjaitan) - Image

Luhut dan Istri saat proses pemulihan di rumah sakit Singapura. (Sumber Berita: Instagram @luhut.pandjaitan)

JawaPos.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan dana Pertamina sebesar USD 300 juta sempat tertahan di Venezuela. Namun kini, dana tersebut sudah bebas berkat bantuan dari Amerika Serikat (AS).

Hal ini disampaikan Luhut saat bertemu Special US Presidential Envoy for Climate, John Kerry, saat menjenguknya di Singapura.

“Kita sebelumnya mengalami kendala karena permasalahan antara Amerika dan Venezuela, yang menyebabkan dana Pertamina tertahan selama hampir 3-4 tahun, dan Amerika telah membantu menyelesaikan hal tersebut,” ungkap Menko Luhut.

Terkait itu, Menko Luhut menyampaikan rasa terima kasih kepada AS atas pembebasan dana Pertamina sebesar USD 300 juta yang sempat mengendap di Venezuela. Ia menilai hal tersebut merupakan bukti bahwa RI memiliki hubungan baik dengan negara Adidaya.

Baca Juga: Cerita Luhut Binsar Pandjaitan Hampir Sebulan Dirawat di Singapura: Kondisi Saya Berangsur-angsur Membaik

"Bantuan ini menandakan hubungan baik dan kepercayaan yang kuat antara Indonesia dan Amerika, yang membuka jalan untuk kerja sama lebih lanjut di masa depan," ujar Luhut.

Selain membahas soal Pertamina, dalam pertemuan tersebut Luhut juga membahas potensi besar Indonesia dalam pemanfaatan Carbon Capture Storage di depleted reservoir dan saline aquifer yang memiliki potensi hingga 400 giga ton.

Menurut Luhut, hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi emisi di sektor migas dan sektor lainnya. Ia berharap untuk diskusi lebih lanjut terkait hal itu.

Bahkan, Luhut juga meminta John Kerry agar dapat menghubungi White House Senior Advisor to the President for Energy and Investment, Amos Hochstein, guna membahas kerja sama di bidang critical minerals.

“Inisiatif ini dapat menghasilkan dana miliaran dolar yang akan sangat bermanfaat bagi rakyat Indonesia, serta membantu memacu perkembangan teknologi negara kita, sejalan dengan komitmen kita terhadap lingkungan dan pembangunan berkelanjutan,” pungkas Luhut.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore