Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Oktober 2023 | 17.59 WIB

Harga Minyak Mentah Dunia Naik Tipis Imbas Kekhawatiran Perang Israel - Hamas yang Lebih Luas

Ilustrasi pengeboran minyak mentah.

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia naik di awal perdagangan Asia pada hari Selasa (24/10) memulihkan beberapa kerugian hari sebelumnya. Hal ini didorong karena investor masih khawatir bahwa perang Israel-Hamas dapat meningkat menjadi konflik yang lebih luas di wilayah pengekspor minyak, sehingga menyebabkan potensi gangguan pasokan.

Mengutip Reuters, minyak mentah berjangka Brent naik 70 sen atau 0,8 persen, menjadi USD 90,53 per barel pada 0032 GMT, sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS meningkat 71 sen atau 0,8 persen menjadi USD86,20 per barel.

"Pasar sedang melakukan penyesuaian setelah penurunan dalam dua sesi terakhir dan di tengah kekhawatiran kemungkinan gangguan pasokan di Timur Tengah," kata Yuki Takashima, ekonom di Nomura Securities.

Untuk diketahui, kedua harga minyak acuan tersebut turun lebih dari 2 persen pada hari Senin (23/10) karena upaya diplomatik di Timur Tengah. Wilayah pemasok minyak terbesar di dunia semakin intensif untuk membendung konflik antara Israel dan Hamas, sehingga mengurangi kekhawatiran investor tentang gangguan pasokan.

Hamas pada hari Senin (23/10) mengatakan pihaknya telah membebaskan dua wanita Israel yang termasuk di antara lebih dari 200 sandera yang disandera pada 7 Oktober di Israel selatan, sementara sumber mengatakan AS telah menyarankan Israel untuk menunda serangan darat di Jalur Gaza.

Namun, Israel terus membombardir Gaza pada hari Senin setelah melancarkan serangan udara di Lebanon selatan semalam. Israel menyerang ratusan sasaran di Gaza dari udara pada hari Senin (23/10) ketika tentaranya melawan militan Hamas dalam penggerebekan di wilayah Palestina.

“Kami memperkirakan WTI akan bergerak dalam kisaran USD 80 - USD 90 untuk sementara waktu dengan semua perhatian tertuju pada situasi di Israel dan Gaza, produksi OPEC dan laju pemulihan permintaan di Tiongkok,” ujar Takashima.

Di sisi lain, menurut jajak pendapat awal Reuters pada hari Senin (23/10) stok minyak mentah AS diperkirakan meningkat minggu lalu, sementara persediaan sulingan dan bensin turun.

Jajak pendapat tersebut dilakukan menjelang laporan dari kelompok industri American Petroleum Institute yang akan dirilis pada hari Selasa pukul 20.30 GMT, dan Administrasi Informasi Energi, badan statistik Departemen Energi AS, yang akan dirilis pada hari Rabu pukul 14.30 GMT.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore