Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Oktober 2023 | 20.27 WIB

Tahun Politik Realisasi Investasi Asing Tinggi, Bahlil: Bukan 'Wait and See' tapi Malah Agresif

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

JawaPos.com - Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa realisasi investasi Asing di RI tercatat tinggi meskipun telah memasuki tahun politik. Bahkan, wait and see yang biasanya terjadi malah ditanggapi agresif oleh para investor luar negeri.

Hal ini disampaikan Bahlil saat melaporkan realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) pada kuartal III 2023 yang tercatat tinggi sebesar Rp 196,2 triliun dibandingkan dengan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 178,2 triliun.

Menurut Bahlil, PMA yang lebih besar merupakan bukti bahwa Indonesia masih menjadi daya tarik investasi secara global meskipun di tengah tahun politik. "Ini mungkin sejarah dalam bangsa kita, bahwa sekalipun kita sekarang masuk dalam tahun politik. tapi global itu menaruh perhatian dan kepercayaan yang sangat luar biasa ditandai dengan realisasi investasi ini," kata Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (20/10).

Bahkan Bahlil menyebut, realisasi investasi asing di tanah air cenderung agresif. Pasalnya, investasi terus mengalir di tengah kebiasaan investor yang cenderung wait and see jika menghadapi tahun politik.

"Jadi, kalau ada orang menyebut investasi di tahun politik wait and see itu biasa. Tapi ini yang terjadi bukan wait and see, tapi mereka malah agresif untuk merealisasi investasi yang telah mereka komitmenkan dan PMDN juga Alhamdulillah tumbuh. Jadi, memang stabilitas pertumbuhan ekonomi kita cukup baik meskipun kita di tahun politik," jelasnya.

Sebelumnya, realisasi PMA yang lebih tinggi dari PMDN juga telah tercermin sepanjang semester I 2023. Hal ini tercatat dari kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) pada semester I 2023 mencapai Rp 363,3 triliun atau tumbuh 17,1 persen YoY. Angka tersebut melampaui Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 315,4 triliun atau 15 persen dari capaian investasi periode ini.

Pada periode semester I 2023 ini, realisasi PMA dan PMDN pada sektor manufaktur khususnya industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya menempati urutan pertama sebesar Rp 89 miliar.

Lalu, disusul oleh sektor pertambangan sebesar Rp 71,4 triliun; industri kimia dan farmasi sebesar Rp 48,1 triliun; sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi Rp 79,1 triliun; sektor perumahan, kawasan industri perkantoran sebesar Rp 58,3 triliun, dan sektor industri kimia dan farmasi senilai Rp 48,1 triliun.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore