
Calon Pembeli mendapatkan penjelasan dari tenaga marketing di Showroom Belanja Mobil Indonesia, Jakarta, Senin (6/2/2023). Guna menghadirkan kebutuhan mobil bekas untuk masyarakat Indonesia saat ini, tidak hanya menyajikan penjualan konvensional juga dipe
JawaPos.com - Sejumlah sentimen perekonomian menjadi perhatian. Seperti pelemahan ekonomi Tiongkok, inflasi, perubahan iklim, dan fenomena El Nino. Begitu pula, pemilu 2024 yang bakal menentukan nasib Indonesia ke depan.
Ekonom sekaligus Komisaris Independen PT Bank Central Asia, Tbk (BCA) Raden Pardede menuturkan, Tiongkok merupakan motor pertumbuhan ekonomi dunia dengan menyumbang sebesar 40 persen. Setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi di Tiongkok akan berpengaruh kepada 0,4 persen pertumbuhan ekonomi dunia.
Tren ekonomi Negeri Panda juga berdampak ke Indonesia. Setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi Tiongkok memengaruhi sekitar 0,29 persen terhadap ekonomi nasional.
"Artinya, kalau Tiongkok turun, maka perekonomian global juga akan turun. Begitu pula Indonesia, inilah yang membuat lower for longer (pertumbuhan ekonomi)," ucap Raden dalam Indonesia Knowledge Forum di Ritz-Carlton, Rabu (11/10).
Dia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Tiongkok sempat berada di level 8-10 persen pada medio 2000-an. Lambat laun, perekonomian mereka merosot menjadi rata-rata di 4,5 persen.
International Monetary Fund (IMF) memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi Tiongkok menjadi 5 persen dari sebelumnya 5,2 persen tahun ini. Sedangkan di 2024, diproyeksi sebesar 4,2 persen.
Fenomena El Nino yang mungkin berlangsung sampai Desember 2023 menjadi tantangan selanjutnya. Kekeringan di sejumlah wilayah membuat produksi pangan, khususnya beras, terkendala. Kondisi cuaca seperti ini tak lepas dari isu perubahan iklim.
Raden mengatakan, pada 1960 sampai 1970, setiap satu dekade kenaikan temperatur bumi hanya 0,1 derajat celcius. Tapi mulai 1980, naiknya sebanyak 0,2 derajat celcius sampai 2020. Sejalan dengan produksi karbon dioksida akibat aktivitas industri.
Menurut dia, bisa jadi setiap 1 dekade naiknya menjadi 0,3 bahkan 0,4 derajat celcius. Dan ini akan menyebabkan persoalan besar untuk dunia.
"Temperatur yang tinggi dan juga bencana yang diakibatkan perubahan iklim berpengaruh juga terhadap produksi pangan, beras kita akibat el nino ini sudah terjadi. Ini juga ada kaitannya dengan energy and food insecurity. Ini menjadi persoalan," terangnya.
Pemerintah saat ini mencanangkan visi Indonesia Emas 2045. Butuh pertumbuhan ekonomi 6-7 persen untuk mencapai pendapatan per kapita USD 30 ribu. Sedangkan, hingga Juli 2023 pendapatan nasional bruto Indonesia masih USD 4.580 per kapita. Pertumbuhan ekonomi juga masih di kisaran 5 persen.
"Di 2038 akan mulai menua secara demografi. Yang biasanya disebutkan kalau sudah menua, maka tidak ada negara yang keluar dari middle income trap. Jadi kita harus keluar dari middle income trap sebelum 2038 supaya kita tidak tua sebelum kaya, jadi harus kaya sebelum tua," beber Raden.
Untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045 dan keluar dari jebakan negara middle income trap akan ditentukan oleh kandidat tiga calon presiden (capres) yang bakal terpilih di kontestasi pemilu 2024. Siapa saja yang bakal terpilih menjadi presiden baru akan dihadapkan pada banyak pekerjaan rumah. Terutama soal ekonomi.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja meyakini pentingnya pemahaman yang menyeluruh dalam menghadapi tantangan menciptakan ekonomi berkelanjutan. Penting untuk menggali potensi kolaborasi lintas sektor dan inovasi. "Terutama berbasis teknologi digital dalam menghasilkan solusi ramah lingkungan untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui pendekatan ekologi," tandasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
