
Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai SKK Migas Eka Bhayu Setta (tengah) dalam diskusi “IOG e-Commerce” Pasar Digital Hulu Migas Indonesia di Tangsel, Banten, Rabu (11/10/2023).
JawaPos.com - SKK Migas mendorong kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas melakukan transaksi pengadaan barang dan jasa terkait hulu migas dengan memaksimalkan pasar digital. Pasar digital hulu migas itu bernama IOG e-commerce alias Indonesia oil & gas e-commerce.
Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai SKK Migas Eka Bhayu Setta mengatakan, era digital membuat semua aktivitas ekonomi berpindah platform dari konvesional ke digital. Hal itu juga merambah pada sektor energi atau migas. Selama ini KKKS migas ketika melakukan pengadaan barang dan jasa dengan cara konvesional. Hal itu memakan waktu yang lama. Produk yang dicari kerap berubah harga tanpa ada pemutahiran yang diketahui.
"Dengan IOG e-commerce barang dan jasa ditawarkan dalam katalognya. Harga tertulis jelas. Jika ada perubahan dari penyedia barang dan jasa cepat diketahui KKKS," ungkap Eka Bhayu Setta dalam diskusi di Tangerang Selatan, Banten, Rabu (11/10).
Diskusi itu turut dihadiri beberapa KKKS, yaitu Kangean Energi Indonesia dan BP Berau Ltd.
Barang dan jasa yang dapat dibeli langsung KKKS di IOG e-commerce dengan harga maksimal Rp 200 juta. Sementara jumlah penyedia barang dan jasa sebanyak 30 perusahaan dengan 1.400 produk. Sementara pembeli di platform IOG e-commerce sebanyak 25 KKKS.
Eka Bhayu Setta mengklaim, kehadiran IOG e-commerce untuk meningkatkan penggunaan produk dan kemampuan nasional, sebagaimana arahan dari Presiden Jokowi.
VP SCM Kangean Energi Indonesia Darmawan Widhihatmoko berharap dengan adanya IOG e-commerce, penyedia barang dan jasa untuk hulu migas lebih terintegrasi. Pengawasan lebih mudah. SKK Migas sebagai penyedia aplikasi dapat mengatur dan memverifikasi penyedia barang dan jasa untuk hulu migas kepada KKKS.
"Platform ini sebetulnya hampir sama dengan aplikasi retail yang selama ini hadir di tengah masyarakat. Bedanya, lebih kepada B2B," ujar Darmawan Widhihatmoko.
Adapun salah satu vendor penyedia barang dan jasa di IOG e-commerce adalah Kawan Lama. Nasional Segmen Manager Kawan Lama Gabriel Yusian Gandung mengklaim pihaknya selama ini sudah berpengalam menjadi penyuplai barang dan jasa untuk skala besar. Tidak hanya itu, Kawan Lama dengan grupnya sejak beberapa tahun ini sudah menerapkan transaksi secara digital. Terutama untuk produk gaya hidup, rumah tangga, dan retail lainnya.
"Di sini (IOG e-commerce, red) kami rasa tidak ada persoalan untuk memenuhi cara itu," ungkap Gabriel Yusian Gandung.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
