
PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X mampu meningkatkan produktivitas tebu.
JawaPos.com - Pemerintah menawarkan insentif fiskal bagi investor yang berminat membangun proyek 'food estate' atau lumbung pangan terintegrasi di Merauke, Papua Selatan, setelah proyek tersebut ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
"Kalau KEK sebenarnya dalam konteks ini lebih kepada insentif fiskal, supaya nanti, kalau ada orang yang berminat investasi di sana tentunya ya secara insentif fiskalnya sudah ikut paket KEK. Jadi, nanti KEK pangan dan energi," kata Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/10).
Tiko, sapaan akrabnya, mengatakan 'food estate' Merauke juga masih menjadi proyek strategis nasional (PSN). Ke depannya, 'food estate' Merauke akan dikelola seperti halnya Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah, yakni dikelola pemerintah namun dengan melibatkan swasta untuk membangun sejumlah industri di kawasan tersebut.
Pemerintah dalam rapat pada Selasa ini menetapkan 'food estate' Merauke sebagai Kawasan Ekonomi Khusus untuk produksi padi dan tebu. Tiko mengatakan, kemungkinan besar BUMN pangan seperti PT PTPN Persero akan terlibat dalam pengelolaan 'food estate' Merauke itu.
Luas lahan KEK 'food estate' Merauke diperkirakan bisa mencapai dua juta hektare. Namun, dalam tahap awal, pembangunan “food estate” di Merauke akan mencakup 200 ribu hektare.
Presiden Joko Widodo sebelumnya menekankan bahwa pembangunan lumbung pangan atau food estate tidak semudah yang dibayangkan, karena produksi pada kali pertama biasanya gagal. Jokowi menyatakan tetap akan membangun lumbung pangan untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
"Itu cadangan, baik cadangan strategis maupun nanti kalau melimpah betul, enggak apa-apa untuk ekspor karena negara lain membutuhkan. Sehingga dalam rangka ke sana, kalau supaya tahu membangun food estate, membangun lumbung pangan itu tidak semudah yang bapak ibu bayangkan," kata Jokowi pada 18 Agustus 2023.
Menurut Jokowi, lumbung pangan menjadi salah satu solusi untuk mengantisipasi krisis pangan yang mengancam produksi, mengingat negara-negara kawasan dan global sedang menghadapi krisis tersebut.
Indonesia pada tahun ini dilanda penurunan produksi pangan karena cuaca ekstrem El Nino. Untuk komoditas beras, pemerintah memperkirakan akan terjadi penurunan hingga 1,2 juta ton dari target produksi 30 juta ton.
Pemerintah menyatakan akan mengoptimalkan produksi pangan pada musim tanam selanjutnya guna menangkal krisis pangan, sekaligus mengamankan kuota impor untuk menjamin pasokan pangan di dalam negeri.

Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
