Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 September 2023 | 18.19 WIB

Minyak Dunia Naik Tipis di Tengah Prospek Perpanjangan Pengurangan Pasokan OPEC+

Ilustarsi eksplorasi minyak lepas pantai (Istimewa) - Image

Ilustarsi eksplorasi minyak lepas pantai (Istimewa)

JawaPos.com - Harga minyak m dunia naik tipis pada hari Senin atau Selasa pagi waktu Indonesia di tengah ekspektasi bahwa OPEC+ akan membatasi pasokan. Ditambah dengan prediksi bahwa Federal Reserve AS akan menghentikan kenaikan suku bunga agresifnya.

Mengutip Reuters, Arab Saudi telah mempelopori untuk mendukung harga dengan melakukan pengurangan produksi secara sukarela dalam jumlah besar sebagai bagian dari kesepakatan produksi yang disepakati oleh kelompok produsen OPEC+ yang terdiri dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia.

Arab Saudi diperkirakan akan memperpanjang pemotongan sukarela sebesar 1 juta barel per hari (bph) selama empat bulan berturut-turut hingga Oktober. Pengumuman Arab Saudi datang sebelum harga jual resmi yang biasanya muncul pada minggu pertama setiap bulan.

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan bahwa Moskow telah sepakat dengan mitra OPEC+ mengenai parameter pengurangan ekspor lanjutan pada bulan Oktober.

Meski begitu, Analis OANDA Craig Erlam mengatakan Arab Saudi dan Rusia bisa menarik pemotongan tersebut kapan saja. "Tapi saya tidak bisa membayangkan mereka akan terburu-buru dan berisiko membuat harga jatuh lagi," ujar Craig Erlam.

Minyak mentah berjangka Brent untuk bulan November naik 45 sen menjadi menetap USD89,00 per barel. Sedangkan, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berjangka bulan Oktober naik 40 sen menjadi USD85,95.

Pasokan minyak mentah global diperkirakan akan meningkat dalam enam hingga delapan minggu ke depan karena pemeliharaan kilang, meskipun minyak mentah masam akan tetap terbatas. Di sisi lain, pasar minyak rentan terhadap lonjakan harga karena rendahnya persediaan dan rendahnya investasi di ladang minyak baru.

Sementara itu, data ketenagakerjaan AS bulan Agustus memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menghentikan sementara kenaikan suku bunga bulan ini.

Di Tiongkok, aktivitas manufaktur meningkat secara tak terduga pada bulan Agustus dan serangkaian langkah ekonomi untuk mendukung pemulihan negara tersebut pascapandemi telah memicu optimisme bahwa permintaan akan meningkat di negara importir minyak terbesar di dunia tersebut.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore