
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan paparan pada AFMGM ASEAN.
JawaPos.com – Pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral (AFMGM) di ASEAN kembali digelar. Acara yang berlangsung mulai kemarin (22/8) hingga Jumat (25/8) itu menegaskan kolaborasi untuk menjaga stabilitas ekonomi kawasan.
Kepala Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral Kemenkeu Yogi Rahmayanti menjelaskan, forum tersebut merupakan kali pertama dalam sejarah. RI sebagai pemegang keketuaan ASEAN 2023 melihat momentum dan kebutuhan yang tepat di kawasan Asia Tenggara untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan kesehatan.
’’Forum ini akan mendiskusikan secara intensif mengenai kesenjangan pembiayaan (financing gaps) di ASEAN dalam menghadapi pandemi dan usulan modalitas untuk mengatasi kesenjangan tersebut. Pada forum ini, pembahasan juga diarahkan pada status Covid-19, tantangan darurat kesehatan, dan ASEAN response fund,’’ jelasnya.
Yogi memerinci, ada tiga priority economic deliverables (PED) dalam kerangka kerja sama sektor keuangan. Pertama, mendorong pemulihan, memastikan stabilitas ketahanan keuangan dan ekonomi (recovery-rebuilding).
Kedua, memajukan konektivitas pembayaran, mendorong literasi dan inklusi keuangan digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif (digital economy). Terakhir, mempromosikan pembiayaan transisi untuk mendukung keuangan berkelanjutan dan ekonomi hijau (sustainability).
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, negara-negara berkembang tengah menghadapi dilema kebijakan. Hal itu seiring kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) yang hanya menggunakan suku bunga untuk melawan inflasi.
’’Itu membutuhkan waktu yang sangat lama. Dan sekarang (beberapa negara) resesi. Eropa, inflasi sangat tinggi,” ujar Perry dalam panel diskusi ASEAN Fest di Jakarta Convention Center kemarin (22/8).
Oleh karena itu, lanjut dia, BI memilih kebijakan moneter terbuka (open monetary). Tidak hanya menggunakan suku bunga acuan, tapi juga kebijakan nilai tukar dan aliran modal.
Alumnus Iowa State University itu menyebutkan bahwa Indonesia memiliki framework yang jelas terkait target penurunan inflasi. Untuk melengkapi upaya tersebut, BI melakukan intervensi terhadap nilai tukar rupiah. Yakni, melalui twist operation maupun triple intervention.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
