Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 Agustus 2015, 18.33 WIB

Batasi Modal Asia akan Datangkan Risiko

Mata uang dolar AS i.(foto: dok.JPNN) - Image

Mata uang dolar AS i.(foto: dok.JPNN)

JawaPos.com – Rencana kebijakan mengendalikan dengan ketat arus modal negara Asia akan mengundang risiko lebih besar. Ide ini dianggap sekadar teori sejak 17 tahun silam, bahwa pemerintah harus mengendalikan peredaran arus uang keluar (capital out flow)



Ide ini tidak mendapat dukungan dari Perdana Menteri Malaysia Najib Razak bahwa ia tidak akan memaksakan kontrol  modal keluar meskipun ringgit Malaysia  terdevaluasi 16 persen terhadap dolar AS sampai tahun ini.



Langkah Najib ini berbeda dengan  yang dilakukan pendahulunya Mahathir Mohamad,  pada tahun 1998 itu  Mahathir Mohamad  mengeluarkan kebijakan untuk mencegah investor asing melarikan diri pada tahun 1998.



Seperti dikutip dari Reuters, bahwa saat ini banyak investor di Asia memborong dolar AS. Ini mengakibatkan mayoritas mata uang dunia rata –rata melemah sekira 12 persen dari dolar AS sampai tahun ini.



Pasar uang Indonesia sendiri ikut kena dampak. Karena suku bunga yang ditetapkan otoritas keuangan Indonesia di bawah 6 perrsen. Ini bertujuan menjaga biaya pinjaman untuk menopang rupiah yang sampai sekarang sudah melemah hingga 11 persen dibanding dolar AS. Tapi kalau ini terus terjadi maka tantangan ekonomi ke depan adalah berujung pada resesi.



Kondisi melemah mata uang sesuatu yang tak bisa dikendalikan dan memang tidak banyak pilihan. Sektor swasta Malaysia, termasuk bank, telah meminjam dari luar negeri setara dengan 45 persen. Menurut Bank Dunia ini akan sangat berbahaya.(ham/JPG)

Editor: Idham
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore