Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Juli 2023 | 17.52 WIB

4G Masih Cukupi Kebutuhan Masyarakat, Telkomsel Santai Gelar Jaringan 5G

Ilustrasi: Telkomsel tak ingin terlalu buru-buru menggelar layanan 5G. 4G masih mencukupi kebutuhan masyarakat. (Istimewa). - Image

Ilustrasi: Telkomsel tak ingin terlalu buru-buru menggelar layanan 5G. 4G masih mencukupi kebutuhan masyarakat. (Istimewa).

JawaPos.com - Tahun 2021 lalu menjadi momentum kemajuan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia dengan Telkomsel menandai hadirnya jaringan 5G komersial untuk kali pertama di Tanah Air. Saat itu, Telkomsel merupakan operator seluler pertama yang menghadirkan 5G komersial di Indonesia.

Layanan 5G Telkomsel telah menyebar di beberapa kota, antara lain Jakarta, Medan, Batam, Makassar, Denpasar, Balikpapan, Surabaya, Solo, dan Bandung. Menyusul Telkomsel, Indosat Ooredoo saat itu juga mulai ikut memperkenalkan jaringan 5G di Indonesia.

Kini, beberapa tahun berselang, pengembangan jaringan 5G di Tanah Air bisa dibilang masih "jalan di tempat". Kendati sudah diumumkan hadir di beberapa wilayah di Indonesia, banyak area lainnya yang masih menanti hadirnya teknologi jaringan seluler generasi kelima itu.

Dari sisi Telkomsel, Vice President Corporate Communications Telkomsel, Saki Hamsat Bramono menyampaikan, Telkomsel selama ini terus menggelar jaringan 5G di berbagai daerah dan terus berbenah. Saat ini tercatat ada sekitar 280 BTS 5G yang dimiliki Telkomsel, tetapi untuk memperluasnya, ada banyak hal yang menjadi pertimbangan.

"Untuk 5G, kita tetap investasi, tetapi investasinya harus benar-benar cermat, tepat, dan akurat," kata Saki dalam acara media update Telkomsel, di Denpasar, Bali, Rabu (26/7).

Dijelaskan Saki, untuk membangun 5G di suatu wilayah, beberapa kriteria yang menjadi pertimbangan mulai dari jumlah penduduk, Average Revenue Per User (ARPU), serta penetrasi handphone 5G yang harus di atas 75 persen.

"Kalau dari sisi bisnis oke, baru kita pasang (jaringan 5G). Jadi nggak bisa asal pasang di suatu daerah tanpa melihat kriteria tersebut, tetapi harus benar-benar terukur," jelas Saki

Pada akhirnya, prospek bisnis menjadi pertimbangan utama Telkomsel. Dengan melihat aspek yang terukur, hal ini bisa menghindari risiko kerugian lantaran investasi besar yang sudah digelontorkan tidak memberikan keuntungan bagi perusahaan.

"Tentunya kita harus melihat dari sisi bisnis, jangan sampai investasi yang kita keluarkan untuk 5G sudah besar, tetapi return-nya atau BEP-nya (break even point, Red) lama. Jadi memang petimbangannya lebih ke sisi bisnis. Kalau di daerah tersebut penetrasi handphone 5G-nya tidak besar, ARPU-nya kecil, ngapain harus deploy di situ," kata Saki menambahkan.

Saki juga menyebut kalau dengan jaringan 4G atau 4G+ Telkomsel, kebutuhan pelanggan sebetulnya sudah terpenuhi. Hal tersebut masih mencukupi kebutuhan pengguna untuk berbagai keperluan yang ada saat ini seperti mengakses medsos, mengkonsumsi konten dan main game.

"Kalau kita lihat dari sisi pengalaman pelanggan, 4G itu sudah cukup untuk menikmati multimedia. Misalnya untuk mengakses YouTube, Tiktok, semua masih aman. Kalau 5G mungkin lebih ke penggunaan bisnis, b2b (business-to-business, Red), IoT, dan lain-lain, tetapi kalau untuk masyarakat umum, 4G sebetulnya sudah cukup," pungkas Saki.

Sebagai informasi, melengkapi layanan yang ada saat ini, baru-baru ini Telkomsel juga memperkenalkan layanan Telkomsel One. Setelah mengintegrasikan layanan IndiHome, Telkomsel pada pekan lalu telah merilis brand Telkomsel One yang menggabungkan layanan mobile dan fixed broadband dan menjadi fokus lainnya selain mendeploy teknologi 5G.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore