Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Juli 2023 | 14.51 WIB

LPG 3 Kg Langka, Pertamina: Beberapa Lokasi Sudah Over, Tapi Jika Dibutuhkan Akan Tetap Disalurkan

Ilustrasi LPG 3 kg. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com - PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga buka suara soal LPG 3 Kilogram yang langka di beberapa wilayah. Salah satunya di Banyuwangi, Jawa Timur.
 
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan, terkait informasi LPG 3 Kg yang langka pihaknya sudah melakukan pengecekan di lokasi. Secara prinsip, Pertamina akan menyalurkan sesuai dengan kuota yang diberikan pemerintah.
 
"Terkait LPG tadi kami juga sudah cek ke lokasi-lokasi yang disebutkan, seperti Banyuwangi, Jawa Timur dan wilayah Sumatera secara prinsip kami akan menyalurkan LPG itu sesuai dengan kuota yang diberikan oleh pemerintah," kata Irto Ginting saat ditemui di SPBU MT Haryono Jakarta Selatan, Senin (24/7) kemarin.
 
 
Lebih lanjut, Irto mengatakan bahwa sepanjang tahun 2023 Pertamina Patra Niaga akan menyalurkan sebanyak 8 juta Metrik Ton (MT) LPG 3 Kg ke masyarakat. Adapun saat ini, kata dia, penyaluran LPG 3 Kg di beberapa lokasi sudah over alias melebihi dari kuota yang ditetapkan.
 
Meski telah over, Irto memastikan bahwa Pertamina akan tetap menyalurkan LPG 3 Kg. Terutama jika ada permintaan untuk ditambah di tengah kebutuhan masyarakat yang meningkat.
 
"Saat ini pun penyaluran sudah over. Di beberapa lokasi pun kita lihat tadi sudah cukup banyak yang over. Tapi, kita tetap salurkan," ujar Irto.
 
 
"Bahkan di beberapa lokasi yang disebutkan tadi seperti di Banyuwangi, kita bersama dengan pemerintah daerah melihat langsung di lapangan bila nanti diperlukan tambahkan kita akan kucurkan," sambungnya.
 
Dia juga mengungkapkan, pihaknya akan melaksanakan operasi pasar di Banyuwangi dalam waktu dekat. Ini dilakukan agar kelangkaan LPG tidak terjadi dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.
 
"Seperti di Banyuwangi itu juga akan ada operasi pasar jadi intinya kita akan siapkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Mudah mudahan tidak ada kelangkaan," tandasnya.
 
Mengutip Radar Banyuwangi, hampir dua pekan warga Banyuwangi mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas elpiji ukuran tiga kilogram. Itu membuat harga jual melonjak dari harga normal.
 
 
Di wilayah Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, harga gas elpiji subsidi warna hijau itu tembus Rp 22 ribu. “Saya masak untuk yang cari-cari ikan itu, jadi dua hari sekali sudah habis,” ungkap Sahani, 60, salah satu pemilik warung di Dusun Pancer, Desa Sumberagung.
 
Sahani mengaku saat ini kesulitan mendapatkan gas elpiji ukuran tiga kilogram. Sejumlah toko di daerahnya, banyak yang kehabisan stok.
 
 
“Di (Desa) Sumberagung ini banyak toko kelontong, tapi yang punya stok elpiji tidak banyak. Saya mencari gas itu sampai jauh,” ungkapnya.
 
Kini yang menjadi masalah warga, terang dia, bukan hanya kesulitan mendapatkan gas elpiji tiga kilogram, tapi harganya juga jauh lebih tinggi dibanding harga eceran tertinggi yang ditetapkan, yakni Rp 16 ribu. “Harga gas elpiji tiga kilogram Rp 22 ribu, kita terpaksa membeli karena tidak punya pilihan,” tandasnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore