Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Juli 2023 | 22.00 WIB

Dorong Investasi, SKK Migas Kembali Kumpulkan Regulator dan Pelaku Usaha di Forum ICIOG

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto usai pembukaan International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2022 (IOG 2022) di Nusa Dua, Bali, Rabu (23/11). (ILHAM SAFUTRA/JAWAPOS.COM) - Image

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto usai pembukaan International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2022 (IOG 2022) di Nusa Dua, Bali, Rabu (23/11). (ILHAM SAFUTRA/JAWAPOS.COM)

JawaPos.com - SKK Migas terus mendorong mendorong peningkatan investasi di sektor hulu minyak dan gas. Cara menghimpun para investor itu dengan menghadirkan mereka dalam forum The International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2023 (ICIOG 2023).

ICIOG 2023 ini menjadi ajang pertemuan regulator, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan untuk membahas isu-isu krusial di industri hulu migas. Dari forum ICIOG 2023 nanti diharapkan mendapaktan keputusan untuk menentukan langkah-langkah konkret dalam menjawab tantangan di sektor energi. Adapun ICIOG 2023 dijadwalkan di Bali pada 20-22 September 2023 mendatang.

“ICIOG 2023 adalah puncak kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan industri hulu migas untuk meningkatkan kerja sama dalam menciptakan iklim investasi. ICIOG 2023 meningkatkan kreativitas yang mendukung pemanfaatan potensi migas Indonesia secara maksimal,” kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto kepada wartawan, Kamis (13/7).

Upaya menarik investasi melalui forum ICIOG ini telah dilakukan SKK Migas sejak 2020. Hasilnya realisasi investasi diklaim semakin meningkat. Pada 2020, realisasi investasi sebesar USD 10,5 miliar. Lalu naik menjadi USD 11 miliar pada 2021 dan USD 12,1 miliar (2022). Pada 2023 ditargetkan tembus USD 15,54 miliar.

Upaya untuk menjaring investasi hulu yang migas yang masif berangkat dari kesadaran bahwa sektor itu masih memegang peranan strategis dalam menunjang ketahanan energi nasional.

Meski Indonesia sedang dalam masa transisi energi menuju pencapaian Net Zero Emission (NZE) di 2060, migas tetap dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan energi. Konsumsi migas bahkan diperkirakan naik seiring peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), kebutuhan migas akan terus meningkat hingga 2050, dengan kebutuhan minyak bumi diproyeksikan naik sebesar 139 persen dan gas alam naik sebesar 298 persen. Meskipun persentase porsi migas dalam bauran energi turun, kebutuhan migas secara volume diperkirakan tetap mengalami peningkatan.

Untuk itu, produksi migas harus ditingkatkan agar ketahanan energi nasional tetap terjaga. “Berdasarkan tren transisi energi, pertumbuhan penggunaan gas akan lebih tinggi dibanding minyak karena gas relatif bersih dan bisa diterima dalam era transisi energi,” ujar Dwi.

Peningkatan produksi migas dari lapangan yang sudah ada perlu dibarengi pula dengan peningkatan kegiatan eksplorasi secara masif. Langkah ini diperlukan agar produksi migas tetap terjaga dan berkelanjutan seiring adanya penurunan produksi secara alamiah dari lapangan-lapangan tua.

Saat ini, Indonesia masih memiliki cadangan migas yang berpotensi untuk dieksplorasi dan dikembangkan. Untuk bisa mengoptimalkan potensi cadangan migas yang ada, sektor hulu migas Indonesia membutuhkan dukungan investasi berskala besar. Pemerintah juga berkomitmen mendorong investasi di sektor hulu migas melalui pemberian insentif dan perbaikan skema kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC).

“Tahun ini investasi di sektor hulu migas ditargetkan mencapai USD 15,54 miliar atau naik 26 persen dibanding pencapaian investasi tahun lalu. Jika dibandingkan rencana peningkatan investasi hulu migas global yang naik 6,5 persen, maka menunjukkan bahwa pertumbuhan investasi Indonesia melampaui rata-rata global,” kata Dwi.

Selain untuk meningkatkan kegiatan eksplorasi dan produksi migas, kehadiran investor juga dibutuhkan guna mendukung pencapaian target NZE di 2060 melalui penerapan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (Carbon Capture Storage/CCS) serta penangkapan, pemanfaatan dan penyimpanan karbon (Carbon Capture Utilization and Storage/CCUS) di industri hulu migas.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore