
Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah Baznas RI, Farid Septian di Institut Pariwisata (IP) Trisakti, Jakarta, Selasa (23/9)/(Istimewa).
JawaPos.com — Kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor pariwisata halal dinilai semakin mendesak seiring meningkatnya permintaan wisata religi, khususnya haji dan umrah. Meski jumlah jamaah terus bertambah, tenaga profesional yang memiliki kompetensi di bidang ini masih terbatas.
Kondisi ini menimbulkan paradoks: banyak lulusan yang belum terserap pasar kerja, tetapi pada saat yang sama sejumlah posisi penting dalam pariwisata halal justru belum terisi.
“Ada paradoks, banyak pengangguran, tapi ada sektor-sektor di pariwisata halal, terutama haji dan umrah ini belum terisi dengan baik. Untuk tour leader, mutawif, dan lain sebagainya,” ujar Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah Baznas RI, Farid Septian di Institut Pariwisata (IP) Trisakti, Jakarta, Selasa (23/9).
Baznas, menurut Farid, siap mengalokasikan dana zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa maupun alumni melalui beasiswa vokasi, sertifikasi profesi BNSP, hingga penguatan ekosistem ekonomi syariah.
“Kampus memiliki kekuatan dalam konteks sumber daya manusia. Saya kira ini penting kita bisa lakukan kolaborasi, menghidupkan pariwisata halal, menguatkan ekosistem ekonomi syariah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Farid menyampaikan bahwa program beasiswa pendidikan merupakan salah satu dari sepuluh prioritas Baznas dengan porsi sekitar 20 persen dari total anggaran nasional.
“Kalau ditotal, kami sudah mencatat Rp1,29 triliun untuk pendidikan saja secara nasional,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor Institut Pariwisata Trisakti, Fetty Asmaniati, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, peningkatan SDM di sektor pariwisata halal sejalan dengan visi kampus untuk mencetak tenaga profesional yang siap menjawab kebutuhan industri.
“Kami tetap memberikan kesempatan, khususnya program beasiswa yang dilakukan oleh Baznas, mereka untuk bisa studi di kami, karena tujuan kami ingin sekali betul-betul meningkatkan jumlah SDM yang profesional, khususnya di bidang pariwisata,” kata Fetty.
Fetty menegaskan, pihaknya tetap membuka kesempatan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu melalui program pemerintah maupun kerja sama dengan Baznas.
“Tapi kami juga menerima mahasiswa dari program pemerintah seperti Kartu Indonesia Pintar maupun Bidikmisi. Tanggung jawab kami adalah menjadikan mereka generasi muda profesional di bidang pariwisata,” tegasnya.
Kolaborasi Baznas dan kampus diharapkan tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga menjawab kebutuhan tenaga profesional pariwisata halal yang terus berkembang, terutama pada sektor haji dan umrah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022