
Akademisi sekaligus Wakil Rektor III Institut Pariwisata (IP) Trisakti Novita Widyastuti menjelaskan terkait peluang tenaga kerja di sektor pariwisata kepada wartawan, Jumat (19/6). (Dimas Choirul/Jawapos.com)
JawaPos.com – Sektor pariwisata dinilai masih memiliki prospek cerah di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik global. Peningkatan kunjungan wisatawan serta kontribusi pariwisata terhadap perekonomian nasional menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri tersebut dalam beberapa tahun ke depan.
Berdasarkan data Kementerian Pariwisata (Kemenpar) per 14 Juni 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada periode Januari hingga April 2026 mencapai 4,68 juta kunjungan. Angka tersebut meningkat 8,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 4,33 juta kunjungan.
Sementara per 22 Mei 2026, menunjukkan devisa pariwisata pada Triwulan I 2026 mencapai USD 4,05 miliar atau setara Rp 68,28 triliun. Nilai itu meningkat 6,3 persen dibandingkan Triwulan I 2025 yang sebesar USD 3,81 miliar atau setara Rp 62,29 triliun.
Baca Juga:8 Neptu Weton Ini Bakal Meraih Kekayaan dan Kesuksesan di Usia 50-70 Tahun, Tua Kaya Raya!
Dari sisi wisatawan domestik, aktivitas perjalanan juga masih menunjukkan pertumbuhan. Sepanjang Januari hingga April 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 417,06 juta perjalanan. Jumlah tersebut naik 1,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 410,99 juta perjalanan.
Pada Triwulan I 2026, kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) diperkirakan berada pada kisaran 4,01 persen hingga 5 persen atau setara Rp 248,11 triliun sampai Rp 309,36 triliun.
Akademisi sekaligus Wakil Rektor III Institut Pariwisata (IP) Trisakti Novita Widyastuti mengungkapkan, tren peningkatan kunjungan wisatawan terlihat dari data kunjungan pada April yang menunjukkan kenaikan. Kondisi tersebut antara lain dipengaruhi pergeseran rute perjalanan wisatawan internasional dari kawasan Timur Tengah ke Asia.
“Karena apa? Orang-orang yang tadinya terbang ke wilayah Timur Tengah, mereka membelokkan, maskapai juga memberikan banyak sekali relaksasi untuk penerbangan-penerbangan ke arah Asia (khususnya Indonesia). Nah, ini yang harus kita manfaatkan,” katanya dalam acara Gala Dinner Parents Day, di Kampus IP Trisakti, Jakarta, Jumat (19/6).
Novita juga menilai berbagai insentif yang diberikan pemerintah, termasuk relaksasi pada tiket pesawat, turut membantu menjaga minat masyarakat untuk bepergian.
“Iya, kemarin kan dikurangin ya (PPh), walaupun surcharge untuk fuel-nya atau bensin avtur-nya naik gitu ya, tapi ini masih ada relaksasi dan orang masih banyak yang bepergian. Mereka butuh untuk hiburan, wisata, healing, dan sebagainya,” ucapnya.
Ia optimistis kinerja sektor pariwisata pada triwulan kedua dan ketiga tahun ini masih berpotensi meningkat. “Insyaallah. Kalau pemerintah bisa berharap mendinginkan suasana dan kita bisa terus menggalakkan pariwisata Indonesia menjadi lebih baik lagi. Itu,” tuturnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022