Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Agustus 2024 | 04.25 WIB

BTN Dikabarkan Ajak Muhammadiyah Kembangkan BTN Syariah, Direktur KNEKS: Bagus Untuk Industri Keuangan Syariah

Diskusi Pelaung dan Tantangan Konsolidasi Indonesia Perbankan Syariah  di Jakarta, Jumat (23/8) - Image

Diskusi Pelaung dan Tantangan Konsolidasi Indonesia Perbankan Syariah di Jakarta, Jumat (23/8)

JawaPos.com - Informasi terkait rencana BTN menggandeng Muhammadiyah untuk ikut memiliki BTN Syariah hasil spin off  menuai tanggapan banyak pihak. Direktur Komite Nasional Keuangan Syariah (KNEKS) Sutan Emir Hidayat menilai kemitraan itu bisa memajukan industri keuangan syariah di tanah air.

“Benar atau tidaknya informasi tersebut, hanya BTN dan Muhammadiyah yang tahu. Apabila mereka bisa bersatu, dampaknya akan signifikan. Baik untuk BTN Syariah, Muhammadiyah maupun industri,” kata intelektual Muhammadiyah ini seusai acara diskusi yang diselenggarakan Forum Wartawan Daerah (Forwada) di Jakarta (23/8).

Sutan Emir menjelaskan BTN punya kewajiban untuk segera melakukan pemisahan (spin off) unit usaha syariahnya. Menurut undang undang, mereka hanya punya tenggat waktu dua tahun terhitung sejak memenuhi syarat spin off.

“Nah, BTN Syariah ini diharapkan menjadi BUS yang kuat, memiliki skala bisnis yang besar dan fundamental yang kokoh. Bahkan diharapkan bisa menemani BSI dalam memajukan industri. Sangat wajar, jika BTN mengajak pihak lain untuk ikut membesarkan bank syariahnya. Apalagi jika pihak yang dimaksud itu dapat memberikan added value seperti memiliki ekosistem keuangan syariah yang sangat kuat dan teruji,” katanya.

Pada saat bersamaan, Muhammadiyah juga punya keinginan untuk memiliki bank syariah sendiri. Dengan kepemilikan saham, mereka bisa lebih leluasa untuk ikut memperjuangkan dan menjalankan visi dalam menggerakkan ekonomi syariah.

“Ekosistem ekonomi Muhammadiyah, melalui sejumlah lembaga Amal Usaha nya, luar biasa besar. Perputaran uangnya juga tinggi. Nah, selama ini, mereka hanya mengandalkan kemitraan dengan sejumlah bank, baik dalam bentuk penyimpanan dana, pembiayaan ataupun cash management,” kata Emir.

Dengan pola kemitraan semacam itu, posisi Muhammadiyah terbilang pasif. Bahkan tidak punya kesempatan untuk sekedar menempatkan wakilnya di jajaran komisaris ataupun direksi, sekalipun kuatnya dukungan Muhammadiyah terhadap bank tersebut. Padahal, Muhammadiyah punya visi dan misi sendiri dalam memajukan ekonomi dan meningkatkan taraf hidup warganya berdasarkan prinsip syariah.

“Pada titik inilah saya melihat Muhammadiyah mungkin berfikir tentang kemitraan strategis yang dibalut dengan ownership agar bisa ikut menentukan haluan bank ini ke depan,” kata Emir.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore