Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 September 2026 | 05.15 WIB

Jangan Sekadar jadi Pengguna, Indonesia Didorong sebagai Pencipta AI di Tingkat Global

Menkomdigi Meutya Hafid saat memberikan sambutan dalam World Encounter Summit 2026 yang merupakan bagian dari rangkaian Bali Harmony Encounter Week 2026 di United In Diversity (UID) Bali Campus dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, Jumat (4/9). (Istimewa) - Image

Menkomdigi Meutya Hafid saat memberikan sambutan dalam World Encounter Summit 2026 yang merupakan bagian dari rangkaian Bali Harmony Encounter Week 2026 di United In Diversity (UID) Bali Campus dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, Jumat (4/9). (Istimewa)

JawaPos.com — Pesatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia belum otomatis membuat Indonesia memiliki kapasitas sebagai pemain utama teknologi global. Pemerintah menilai penguatan talenta, riset, infrastruktur, hingga kebijakan menjadi kunci agar Indonesia tidak sekadar menjadi pasar bagi teknologi AI dari luar negeri.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Indonesia perlu membangun kapasitas nasional agar mampu menjadi pencipta teknologi, bukan hanya pengguna.

Menurutnya, pengembangan AI perlu berjalan beriringan dengan energi bersih dan pendidikan STEM.

“Melalui perpaduan AI bertenaga energi bersih dan pendidikan STEM, kita membangun kapasitas nasional agar Indonesia berdiri sendiri sebagai pencipta global, bukan sekadar konsumen,” ungkap Luhut dalam World Encounter Summit 2026 yang merupakan bagian dari rangkaian Bali Harmony Encounter Week 2026 di United In Diversity (UID) Bali Campus dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, Jumat (4/9).

Senada, Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Meutya Hafid mengingatkan bahwa tingginya tingkat adopsi AI, khususnya di kalangan generasi muda, belum cukup untuk membentuk kapasitas AI nasional.

“Indonesia tidak memulai dari nol mengingat pesatnya adopsi AI di kalangan generasi muda, namun tingkat penggunaan saja tidak otomatis menjadi kapasitas nasional. Tanpa penyelarasan strategis di seluruh bidang kebijakan, riset, talenta, dan infrastruktur, kita berisiko hanya menjadi pasar konsumen bagi teknologi luar,” ujarnya.

Meutya menyebut kehadiran ‘Garuda Spark Innovation Hub’ di UID Bali Campus sebagai Regional Hub dan Global Gateway Indonesia dapat menjadi bagian dari upaya menghubungkan industri, investor, dan inovator global.

“Kami menyambut baik hadirnya ‘Garuda Spark Innovation Hub’ di UID Bali Campus sebagai Regional Hub dan Global Gateway Indonesia yang menghubungkan para pemuka industri, investor, dan inovator global. Berlandaskan visi digital nasional kita, Terhubung, Tumbuh, Terjaga, inisiatif ini bertujuan memajukan 'AI yang Bermakna' (Meaningful AI)—memastikan AI tidak hanya mendorong produktivitas dan pelayanan publik, tetapi juga memberdayakan masyarakat serta memastikan masa depan AI dibangun dan berakar di Bali, dari Indonesia untuk dunia,” ujar H.E. Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.

Di sisi lain, forum tersebut tidak hanya membahas kapasitas teknologi. Dimensi kemanusiaan dan spiritualitas juga menjadi perhatian dalam pembahasan mengenai masa depan AI.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore