Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Oktober 2023 | 18.34 WIB

Cerita Afiliator TikTok Shop Yang Pernah Dapat Omzet Rp 450 Juta

Warga melihat barang yang dijual di Tiktok shop melalui layar telepon genggam di Depok, Jawa Barat. - Image

Warga melihat barang yang dijual di Tiktok shop melalui layar telepon genggam di Depok, Jawa Barat.

JawaPos.com – Sebelum terjun ke rantai market TikTok, Wulan mengaku pernah berjualan di platform lain. Namun, dia mengakui bahwa TikTok Shop relatif memudahkan bagi pemula.

Tidak butuh waktu lama baginya untuk meraup cuan. ”Saya bahkan pernah mendapatkan omzet paling banyak sekitar Rp 450 juta sebulan,” ungkap Wulan kepada Jawa Pos kemarin (4/10).

Perempuan asal Semarang itu aktif menjadi afiliator di TikTok Shop sejak April lalu. Dia affiliate pada banyak produk. Yang paling banyak adalah fashion wanita, fashion muslim, aksesori gadget, dan groceries (sembako).

Lantaran kemudahan meraih untung itu, Wulan cukup terkejut saat mengetahui TikTok Shop mendapat sorotan dari pemerintah. Dan, kemudian TikTok Indonesia menutup layanan social commerce TikTok Shop per kemarin pukul 17.00 WIB.

Mundurnya TikTok Shop dari perdagangan online di Indonesia tersebut buntut dari penegasan pemerintah mengenai aturan main social commerce yang tertuang di Permendag Nomor 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE).

Wulan mengakui, sejak mengenal TikTok Shop, dirinya lebih banyak menggantungkan pendapatannya pada platform tersebut. ”Tentu saja sedih karena penghasilan saya hanya dari sini. Untuk saat ini belum ada planning mau apa (setelah platform tutup, Red),” tutur Wulan.

Andre Oktavianus, salah seorang pelaku UMKM di TikTok Shop, mengatakan bahwa penutupan TikTok Shop akan sangat berdampak terhadap reseller maupun afiliator. Menurut dia, hampir 1.000 afiliator menggunakan konten foto dan video toko miliknya untuk berjualan di TikTok Shop. Selain itu, sebagian besar afiliator tersebut merupakan ibu rumah tangga yang penghasilannya berasal dari TikTok.

”Berdampak itu ke reseller-reseller, ke affiliate bakal terasa sekali. Jadi, bukan hanya UMKM, tetapi affiliate. Beberapa pendapatan mereka dari jualan di TikTok,” ungkapnya.

Andre dapat mengatakan demikian karena sebagai pedagang dirinya merasa masih memiliki alternatif untuk berjualan di kanal lain. Sebut saja melalui promosi Instagram atau lewat e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, dan sebagainya.

Pihak TikTok menyebutkan bahwa ada 6 juta pelaku UMKM yang berjualan di TikTok Shop. Selain itu, hampir 7 juta kreator affiliate yang juga mencari pemasukan melalui TikTok Shop (agf/lyn/c17/fal)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore