
Ratchanok Intanon
JawaPos.com - Pebulu tangkis putri Malaysia Goh Jin Wei mengaku frustrasi saat ia ditundukkan Ratchanok Intanon di semifinal Malaysia Masters 2019 kemarin. Ini adalah kekalahan kedua Jin Wei dari Ratchanok setelah pertemuan perdana mereka di turnamen yang sama setahun lalu.
Dilansir dari thestar.com pada Minggu (20/1), juara Olimpiade Remaja 2018 itu mengaku tidak berdaya di hadapan sang ratu bulu tangkis Thailand. Padahal, Jin Wei sukses menundukkan dua pemain top dunia di dua babak sebelumnya, yakni Akane Yamaguchi (Jepang) di babak pertama dan He Bingjiao (Tiongkok) di babak perempat final.
Namun, di hadapan Ratchanok, Jin Wei seolah mati kutu. Ia dibungkam dua gim langsung 21-16 dan 21-16. Kekalahan itu rupanya begitu membekas di benak Jin Wei.
"Ratchanok betul-betul berada di level yang berbeda. Permainan saya tidak sedikitpun berada pada standarnya. Dia mendikte saya dari awal sampai akhir, dan saya tidak bisa menerapkan strategi yang saya siapkan. Saya kalah dalam keadaan tubuh yang bahkan sama sekali tidak lelah," ujar Jin Wei penuh kekecewaan.
Sementara itu, Ratchanok sendiri melihat bahwa Jin Wei punya potensi menjadi pemain bulu tangkis papan atas. Mengomentari nestapa Jin Wei, Ratchanok memberikan saran kepadanya.
"Jin Wei sekarang ini sudah sangat berkembang. Dia bisa mengalahkan Akane dan Bingjiao, dan itu sudah menunjukkan betapa permainannya sudah mengalami kemajuan. Saran saya untuknya adalah tetap berjuang dan percaya dengan diri sendiri," kata Ratchanok.
Sebagai salah satu pemain elit dunia, Ratchanok menuturkan bahwa kekalahan adalah proses yang harus dilalui semua pemain hebat. Ratchanok pun mengalami masa-masa sulit tersebut.
"Selama dia tidak menyerah, saya yakin dia bisa jadi pemain top dunia. Saya tahu betul bagaimana proses merangkak dari bawah sampai ke atas. Saya mengalami begitu banyak kekalahan di awal karir saya. Jadi, jangan menyerah," ujar Ratchanok lagi.
Ratchanok berhasil mempertahankan gelar juara Malaysia Masters usai menundukkan Carolina Marin (Spanyol) dengan skor 21-9 dan 22-20. Setahun sebelumnya, ia juga naik ke podium tertinggi setelah menang atas Tai Tzu Ying (Taiwan).

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
