Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Januari 2017 | 13.35 WIB

Ganda Putri Cari Solusi Tanpa Greysia/Nitya

Ganda putri mencari formula baru agar tak lagi terlalu bergantung kepada pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari. - Image

Ganda putri mencari formula baru agar tak lagi terlalu bergantung kepada pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari.

JawaPos.com - Sudah cukup lama sektor ganda putri Indonesia terlalu bertumpu kepada pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari. Namun, mulai tahun ini, tim pelatih ganda putri coba mencari solusi demi kaderisasi.


Tak dimungkiri, Greysia/Nitya menjadi pasangan ganda putri terkuat Indonesia. Berbagai prestasi kelas dunia sudah berhasil mereka raih, termasuk memecahkan rekor absen emas ganda putri di Asian Games selama 38 tahun saat berlaga di Incheon, Korea Selatan pada 2014.


Akan tetapi, generasi pelapis setelah Greysia/Nitya masih belum ada yang berprestasi di level yang sama. Hal inilah yang disoroti Eng Hian, Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI.


Dituturkan Eng Hian, dia sengaja mempersiapkan enam pasang di sektor utama hingga 2018 mendatang. Selama masa percobaan dalam dua tahun tersebut, tiap pasangan akan dinilai tiap tiga bulan, jika tak berkembang maka tak segan-segan ia langsung merombak pasangan tersebut.


Namun mulai 2018, dia akan memilih empat pasangan terbaik untuk memperebutkan tiket ke Olimpiade Tokyo 2020.


Eng Hian juga akan menerapkan KPI (key performance indicator), dalam enam bulan harus mencapai nilai sebesar 60 persen, dan dalam setahun harus setidaknya 80 persen, atau mereka harus rela melepas status sebagai pemain tim nasional.


Greysia/Nitya juga tak lagi berpasangan. Nitya kini tengah rehat pascaoperasi lutut pada Desember 2016 lalu. Setidaknya, dia terpaksa absen selama enam bulan.


Maka, Eng Hian pun meramu kombinasi-kombinasi baru yang diharapkan bisa menembus jajaran ganda putri elite dunia, atau bahkan melebihi prestasi Greysia/Nitya.


“Selama ini sektor ganda putri terlalu mengharapkan Greysia/Nitya, regenerasi pelapis bagi saya masik kurang maksimal. Secara target rangking memang sudah bisa, tetapi secara hasil, untuk mendekati Greysia/Nitya masih jauh,” ujar Eng Hian.


“Kalau Greysia/Nitya dipasangkan, saya sudah tahu titik maksimal mereka sampai mana. Kalau ada kombinasi baru, bisa saja di bawah Greysia/Nitya, atau harapan kita sih lebih. Saya masih belum bisa memastikan apakah Greysia/Nitya akan kembali dipasangkan lagi atau tidak,” ujar peraih medali perunggu ganda putra di Olimpiade Athena 2004 bersama Flandy Limpele ini.


Selama Nitya absen, Eng Hian mencoba memasangkan Greysia bersama Rosyita Eka Putri Sari, yang sebelumnya menjadi tandek Della Destiara Haris. Namun, belum diketahui apakah Inem -panggilan akrab Rosyita- akan seterusnya menjadi pasangan Greysia, atau justru kembali dirotasi.


“Mungkin selama ini anak-anak itu jiwa kompetitifnya masih kurang. Ada yang sudah merasa cukup dengan apa yang didapat sekarang, ada juga yang pasrah,” ucap Eng Hian saat ditanya kendalanya dalam mencari penerus Greysia/Nitya.



Berikut daftar tim ganda putri pelatnas 2017:



Utama:

Editor: Irawan Dwi Ismunanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore