
COVER BUKU
Juga bagaimana adegan para istri di salah satu pemberhentian yang naik ke kapal bukan untuk belajar mengapa para pelacur itu mampu membuat suami mereka berbahagia selepas turun dari Perahu Cinta. Fenomena ini kemudian menyadarkan Tumirah bahwa hampir di banyak hal perempuan kalah.
Mengapa perempuan yang begitu pandai selalu jadi korban, bahkan dianggap patut dikorbankan? Karena perempuan berpikir seperti lelaki memikirkan mereka, bukan berpikir sebagaimana seharusnya perempuan memikirkan diri mereka sendiri. (hal 68)
Hal-hal yang bersifat paradoksal menjadi hal menarik, termasuk bagaimana hidup yang disimbolkan lajunya perahu di atas aliran sungai justru diwakili oleh para pelacur yang selama ini menyandang makna negatif. Bukan mereka yang suci dan berbaju serbaputih yang justru hadir di akhir lantas membawa kehancuran.
islBaca Juga: Ikhtiar Menuju Peradaban Islam Modern
Menggoyang-goyang Kehidupan
”Tapi apakah kehidupan itu sebetulnya, jika bukan perjalanan itu sendiri, pengembaraan dan petualangan tanpa akhir…” (hal 152)
Perahu Cinta dengan lampion merah adalah perjalanan hidup, menyusuri sungai dan ragam perjumpaan dan kemudian berakhir dengan kehancuran. Dalam perjalanan hidup itulah manusia akan mereguk makna atau setidaknya memandang hidup tidak dengan hitam putih. Seno Gumira Ajidarma dan Para Pelacur-nya telah berhasil menggoyang-goyangkan kesadaran pembaca. Tidak hanya kisah perjalanan, tetapi juga makna dan peran pelacur yang selama ini nista dan haram jadah.
Tumirah, Supiah, dan para pelacur lainnya dipilih untuk menyampaikan pesan penting perihal menjalani hidup. Dan tentu, melempar simbol-simbol yang tidak bisa seketika dicerna. Mungkin kita seperti seorang pendekar muda berkuda putih yang turut mengirim dari tepian sungai Perahu Cinta, seolah memahami betul apa itu hidup dan aliran kehidupan, nyatanya sesekali tersesat dan buta juga. (*)
*) TEGUH AFANDI, Editor buku
---

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
