Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Oktober 2026 | 16.19 WIB

Integrasi Sistem Kepabeanan Dorong Efisiensi, Akurasi Data Persediaan Jadi Tantangan

Sejumlah pekerja beraktivitas di tempat penyortiran barang ekspor dan impor di sebuah warehouse di kawasan berikat di Jakarta. (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Sejumlah pekerja beraktivitas di tempat penyortiran barang ekspor dan impor di sebuah warehouse di kawasan berikat di Jakarta. (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Perusahaan Kawasan Berikat terus memperkuat kesiapan sistem informasi dan akurasi data internal menyusul percepatan digitalisasi kepabeanan. Langkah ini penting untuk menjaga kelancaran arus barang, terutama ketika integrasi host-to-host (H2H) dengan sistem kepabeanan CEISA 4.0 diterapkan secara wajib bagi pelaku usaha.

Kesiapan tersebut menjadi perhatian seiring penerapan CEISA 4.0 secara bertahap oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Salah satu landasannya adalah Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-163/BC/2026 tentang Penerapan Secara Penuh (Mandatory) CEISA 4.0 Tahap Kedua Puluh Lima yang berlaku sejak 27 Juli 2026.

Ketua Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat (APKB) Cabang Semarang Jarot Wibowo mengatakan, penggunaan sistem IT Inventory yang terintegrasi melalui H2H masih tergolong baru bagi sejumlah perusahaan di wilayah Semarang. Karena itu, pelaku usaha perlu memahami kebutuhan teknologi dan menyiapkan sistem sejak dini tanpa menunggu pemberlakuan kewajiban.

“Jangan sampai nanti waktu ada ketok palu mandatory, katakanlah 2027 besok, teman-teman belum tahu,” ujar Jarot, Rabu (14/10/2026).

Menurut dia, kesiapan sistem berkaitan langsung dengan kelancaran operasional perusahaan. IT Inventory digunakan untuk mencatat pergerakan persediaan setiap hari sehingga kendala teknis berpotensi mengganggu proses administrasi dan aktivitas bisnis.

Koordinator Wilayah Selatan APKB Semarang Widia Kristina juga menyoroti pentingnya antisipasi terhadap kendala integrasi. Gangguan sistem dapat memengaruhi kelancaran administrasi, termasuk proses pemasukan dan pengeluaran barang yang menjadi bagian penting dari aktivitas perusahaan Kawasan Berikat.

Integrasi H2H memungkinkan sistem perusahaan bertukar data secara langsung dengan sistem kepabeanan. Mekanisme ini diharapkan mempermudah penyampaian dokumen, meningkatkan efisiensi waktu, serta mendukung proses layanan yang lebih transparan, akurat, dan dapat dipantau secara real-time.

Namun, kesiapan integrasi tak cukup hanya dengan menyediakan aplikasi yang kompatibel. Perusahaan juga perlu memastikan data penerimaan bahan baku, persediaan, proses produksi, hingga pengeluaran barang tercatat secara akurat dan konsisten. Ketidaksesuaian data antardivisi dapat menjadi kendala ketika informasi harus dipertukarkan secara otomatis.

Karena itu, pelaku usaha perlu meninjau alur pencatatan persediaan, menyelaraskan data antarbagian, serta mengevaluasi kemampuan sistem yang digunakan saat ini. Pengujian integrasi dan pemahaman karyawan terhadap perubahan alur kerja juga diperlukan sebelum penerapan dilakukan.

Chief Executive Officer PT Eka Reka Palakerti Indonesia (ERP Indonesia) Anang Ind Pratama mengatakan integrasi IT Inventory dengan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dapat membantu perusahaan menghubungkan berbagai fungsi bisnis dalam satu ekosistem data.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore