
Konferensi Pers Astra Media Day. (Dimas Choirul/Jawapos.com)
JawaPos.com - Pelemahan nilai tukar rupiah menjadi salah satu tantangan bagi bisnis otomotif PT Astra International Tbk. (ASII). Kondisi tersebut berpotensi menekan kinerja sektor otomotif karena harga kendaraan dapat terdampak ketika nilai tukar rupiah melemah.
Head of Corporate Investors Relations PT Astra International, Tira Ardianti, mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya diversifikasi bisnis yang selama ini dibangun Astra. Menurut dia, karakter bisnis Astra yang beragam memungkinkan tekanan di satu sektor dapat diimbangi oleh kinerja sektor lainnya.
"Karena ketika misalnya rupiah itu melemah, biasanya tidak begitu menguntungkan untuk sektor otomotif, karena harga otomotif biasanya [terpengaruh] kalau rupiah melemah," kata Tira dalam Astra Media Day, Rabu (23/9).
Namun, kondisi tersebut dapat diimbangi oleh bisnis Astra lainnya yang memiliki eksposur terhadap dolar. Menurut Tira, kapasitas pendapatan dalam dolar dari sektor tertentu dapat membantu mengompensasi tekanan yang terjadi di bisnis otomotif.
"Tapi pada sektor [lain], itu menguntungkan karena kapasitasnya dalam dolar, itu akan cukup bisa mengompensasi pengurangan pada sektor yang lain," ujarnya.
Diversifikasi tersebut tercermin dari struktur bisnis Astra yang tidak hanya bertumpu pada otomotif. Saat ini, Astra memiliki tiga bisnis inti, yakni otomotif, jasa keuangan, serta mining solutions and equipment. Ketiganya menyumbang sekitar 90 persen terhadap pendapatan konsolidasi Astra.
Sementara itu, bisnis di luar tiga sektor inti atau yang disebut wider businesses menyumbang sekitar 10 persen.
Tira mengatakan kontribusi bisnis non-otomotif Astra juga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021, kontribusi non-otomotif masih sekitar 20 persen. Angka tersebut meningkat menjadi 32,8 persen pada 2025.
"Ini yang kami akan terus mengembangkan. Pada tiga bisnis ini kami masih melihat banyak peluang pertumbuhan ke depan, dan kami akan terus memperkuatnya, akan terus mempertahankan fokus strategi kita kepada tiga bisnis ini," jelasnya.
Salah satu penopang diversifikasi tersebut berasal dari bisnis heavy equipment and mining solutions yang dijalankan melalui United Tractors. Astra memiliki sekitar 60 persen saham perusahaan tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022