
Ilustrasi antre di Pelabuhan Ketapang (Ramada Kusuma/Jawa Pos Radar Banyuwangi)
JawaPos.com - Ketua Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI), Slamet Barokah menilai, menjelang diterapkannya Zero Over Dimension Overloading (ODOL), antrean panjang truk logistik masih tetap terjadi di jalur penyeberangan atau dermaga. Hal itu diakibatkan masih kurangnya sarana dan prasarana serta pelayanan kapal yang tidak memadai.
Menurutnya, jika Pemerintah tidak membenahi apa yang terjadi di dermaga, sopir-sopir truk logistik pesimis Zero ODOL bisa diterapkan di 2027.
“Hingga saat ini belum ada perhatian dari Pemerintah untuk membenahinya. Jadi, bagaimana mungkin bisa mewujudkan Zero ODOL yang tinggal beberapa bulan lagi dengan kondisi dermaga seperti itu,” ujarnya dalam keterangannya, Kamis (17/9).
Slamet mencontohkan seperti yang terjadi di dermaga Gilimanuk dan Ketapang. Setidaknya, dibutuhkan tambahan beberapa dermaga lagi untuk menghindari terjadinya antrean truk yang sangat panjang di 7 dermaga Gilimanuk dan 9 di Ketapang yang setiap harinya menampung ribuan truk yang akan menyeberang dari sana.
“Bisa dibayangkan antrean truk yang akan mengular di dermaga itu kalau Zero ODOL tetap akan dipaksakan berlaku di 2027 nanti,” lanjutbya.
Dikatakan Slamet, saat kapal mengantre, secara otomatis kapal-kapal itu akan mengapung dalam waktu lama dan menghabiskan banyak BBM. Apalagi yang digunakan itu adalah BBM bersubsidi. Karena, sekalipun mengapung, mesin kapal harus tetap dihidupkan supaya jangan terombang-ambing.
“Artinya, akan terjadi juga penguapan subsidi. Jadi, bukan efisiensi tapi malah terjadi pemborosan uang subsidi. Padahal, uang itu seharusnya bisa digunakan untuk membangun dermaga baru,” ucapnya.
Akibat lamanya mengantre di pelabuhan penyeberangan tersebut, sopir bisa mengalami kerugian sebesar Rp200-300 ribu, sekaligus rugi waktu dan capek yang berlebihan. “Artinya, Zero ODOL 2027 nanti tidak akan menjadi solusi bagi sopir truk jika kondisi dermaga masih dibiarkan seperti itu,” tuturnya.
Koordinator Pengemudi Indonesia Sunaryo menambahkan bahwa selain infrastruktur yang tidak dibenahi, layanan kapal di dermaga juga sangat tidak optimal. Menurutnya, kondisi ini sering menimbulkan kemacetan dan antrean panjang seperti di pelabuhan penyeberangan atau dermaga Bakauheni dan Merak.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022