
Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi KAI I Gede Darmayusa menandatangani nota kesepahaman dengan BRIN. (PT KAI)
JawaPos.com - PT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero) menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pengembangan Automatic Train Protection (ATP). Langkah ini untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat terutama meningkatkan keselamatan transportasi.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman aau Memorandum of Understanding (MoU). Kolaborasi akan diarahkan untuk memperkuat riset, eksplorasi, dan adopsi teknologi perkeretaapian.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan, transformasi industri Indonesia memerlukan sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan dunia usaha. Dengan riset dan inovasi, diharapkan mampu menghasilkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan industri di Indonesia.
"Memasuki era Industry 5.0, pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial perlu berjalan bersama dengan penguatan sumber daya manusia dan perhatian terhadap aspek sosial. Kolaborasi riset dan industri diharapkan dapat mendukung transformasi ekonomi sekaligus menjawab kebutuhan energi, keberlanjutan, dan perkembangan industri nasional," kata Yuliot.
BRIN Goes to Industry 5 dirancang untuk memperkuat kerangka kolaborasi antara lembaga riset dan industri. Kegiatan tersebut mencakup diskusi teknis, business matching, showcasing hasil riset, serta pertemuan langsung antara peneliti dan pelaku usaha dengan melibatkan sekitar 135 industri.
Sementara, Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi KAI I Gede Darmayusa mengatakan, pengembangan ATP memerlukan tahapan kajian, pengujian, dan evaluasi yang terukur. Langkah ini guna menyesuaikan kondisi operasional perkeretaapian di Indonesia.
“Keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam setiap proses adopsi teknologi di KAI. Kolaborasi bersama BRIN memberi ruang bagi kami untuk menguji berbagai alternatif teknologi berbasis riset sehingga keputusan implementasinya memiliki landasan teknis, operasional, dan keselamatan yang kuat,” ujar I Gede.
ATP merupakan sistem proteksi perjalanan kereta api yang memiliki tiga fungsi utama, yaitu mencegah kereta api melewati sinyal dalam kondisi berhenti atau Signal Passed at Danger, mengawasi kecepatan perjalanan, serta menyampaikan informasi operasional kepada masinis.
Sistem tersebut memerlukan integrasi antara perangkat yang terpasang pada prasarana dan perangkat onboard pada lokomotif atau kereta berpenggerak. Dalam pembagian tanggung jawabnya, pengelola prasarana menentukan sistem yang dipasang pada jalur, sedangkan operator sarana memasang perangkat onboard yang kompatibel dengan sistem tersebut.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
