
Ilustrasi bioskop. (Pexel/Antara)
JawaPos.com - Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mengingatkan pemerintah agar tidak menjadikan penambahan jumlah layar bioskop sebagai satu-satunya strategi untuk mendorong pertumbuhan industri perfilman nasional. Menurutnya, di tengah kondisi ekonomi yang masih menekan daya beli masyarakat, kebijakan ekspansi layar bioskop tanpa penguatan ekosistem industri berisiko menimbulkan persoalan baru.
Pernyataan tersebut disampaikan Novita dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (22/6).
Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menegaskan, tantangan yang dihadapi industri film nasional tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan jumlah layar bioskop.
“Pertanyaannya bukan sekadar berapa banyak layar yang perlu ditambah. Pertanyaannya adalah apakah masyarakat memiliki kemampuan ekonomi yang cukup untuk mengakses bioskop secara berkelanjutan, dan apakah industri film nasional sudah memiliki ekosistem yang sehat untuk memanfaatkan penambahan layar tersebut,” kata Novita.
Ia menilai, pemerintah perlu berhati-hati agar kebijakan yang diambil tidak hanya berorientasi pada peningkatan konsumsi. Menurutnya, penambahan layar bioskop memang dapat memperbesar kapasitas penayangan film, namun belum tentu mampu mendongkrak jumlah penonton apabila kondisi ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih.
"Jika kursi bioskop bertambah tetapi penontonnya tidak bertambah secara proporsional, maka yang muncul adalah risiko bisnis baru bagi industri itu sendiri,” tegasnya.
Novita menyoroti bahwa persoalan mendasar perfilman nasional saat ini justru berada pada aspek distribusi dan keberpihakan kebijakan. Menurutnya, film nasional masih menghadapi ketimpangan akses terhadap layar bioskop dan harus bersaing dengan film impor yang memiliki dukungan modal serta jaringan distribusi yang lebih kuat.
“Persoalan kita bukan semata kekurangan layar, tetapi bagaimana layar yang ada dapat memberikan ruang yang adil bagi film Indonesia. Negara harus hadir memastikan bahwa film nasional tidak selalu kalah oleh mekanisme pasar yang hanya mengejar keuntungan jangka pendek,” bebernya.
Karena itu, ia mendorong pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian Kebudayaan untuk menghadirkan regulasi yang lebih afirmatif bagi industri perfilman.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022