
Penandatanganan perjanjian jual beli antara ANTAM dan Grup Merdeka. (Ilham Wancoko/Jawa Pos)
JawaPos.com - PT Aneka Tambang Tbk atau ANTAM memperkuat komitmennya dalam menjaga kedaulatan emas nasional melalui kerja sama strategis dengan Merdeka Group. Kolaborasi ini diwujudkan melalui penandatanganan Gold Sales & Purchase Agreement atau GSPA dengan PT Bumi Suksesindo dan PT Puncak Emas Tani Sejahtera.
Kedua perusahaan tersebut merupakan bagian dari holding Merdeka Group. Kerja sama ini menjadi langkah penting untuk memastikan keberlanjutan pasokan bahan baku industri emas dalam negeri.
Perjanjian tersebut berlaku selama dua tahun dengan volume transaksi mencapai 6 juta ton emas per tahun. Dalam skema kerja sama ini, ANTAM berperan sebagai pembeli, sedangkan BSI dan PETS bertindak sebagai penjual.
Direktur Komersial ANTAM Handi Sutanto menegaskan bahwa kerja sama ini memiliki tujuan strategis yang lebih luas. Menurutnya, penguatan industri emas domestik berkaitan langsung dengan kedaulatan sumber daya bangsa.
“Bagi ANTAM, emas bukan sekadar komoditas, tetapi bagian dari kedaulatan bangsa. Peran ANTAM adalah connecting mines to market, menghubungkan hasil galian tambang bumi Indonesia hingga menjadi emas murni yang dimiliki masyarakat,” ujar Handi.
Ia menjelaskan bahwa ANTAM memiliki peran penting dalam memastikan emas yang berasal dari tambang Indonesia dapat diproses dan dimanfaatkan di dalam negeri. Proses tersebut dilakukan melalui fasilitas pemurnian yang telah memiliki standar internasional.
Melalui kerja sama ini, ANTAM memperkuat visinya sebagai penyedia emas yang bersumber dari tambang Indonesia. Emas tersebut dimurnikan di satu-satunya sekaligus refinery tertua di Indonesia yang memiliki sertifikasi London Bullion Market Association atau LBMA.
Setelah dimurnikan, emas tersebut dipersembahkan kembali kepada masyarakat sebagai produk bernilai tinggi. Emas ANTAM diharapkan menjadi aset yang tahan uji dan dapat diwariskan lintas generasi.
Sebelumnya, ANTAM dan BSI telah menjalin kerja sama dalam bentuk perjanjian jasa pemurnian. Dalam skema tersebut, dore hasil tambang dimurnikan di fasilitas pengolahan milik ANTAM.
Hasil pemurnian berupa emas dan perak kemudian diproses menjadi emas butiran atau granula dengan kadar 99,99 persen. Melalui perjanjian GSPA ini, transaksi emas granula dari hasil pemurnian domestik dilakukan secara lebih terstruktur.
Langkah tersebut dinilai mampu memperkuat integrasi rantai pasok industri emas nasional. Integrasi ini mencakup proses dari hulu hingga hilir yang seluruhnya berada di dalam negeri.
Handi menegaskan bahwa kepastian suplai dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan menjadi fondasi penting bagi ANTAM. Hal ini juga berkaitan dengan upaya menjaga reputasi dan kekuatan merek emas ANTAM di pasar.
“Stabilitas pasokan dari sumber yang jelas dan bertanggung jawab memperkuat posisi emas ANTAM sebagai produk bersertifikasi LBMA yang memenuhi standar internasional, termasuk aspek tata kelola dan keberlanjutan. Kami ingin emas ANTAM menjadi emas yang berakhlak, aman, dan nyaman dimiliki masyarakat,” katanya.
Ia juga menyadari bahwa posisi ANTAM sebagai pemimpin pasar sering menjadi perhatian publik. Namun perusahaan memastikan seluruh proses operasional berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik serta regulasi yang berlaku.
“Kami memandang setiap masukan dan perhatian publik sebagai energi positif untuk terus melakukan continuous improvement, selaras dengan semangat melayani sepenuh hati,” ujarnya.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
