Ilustrasi: Kemudahan pencairan menjadi pertimbangan penting masyarakat dalam memilih layanan asuransi. (Istimewa).
JawaPos.com - Proses klaim asuransi masih kerap menjadi keluhan masyarakat, mulai dari prosedur yang dianggap rumit hingga waktu pencairan yang lama. Di tengah tantangan tersebut, digitalisasi layanan klaim mulai menjadi fokus industri asuransi nasional, termasuk di lingkungan BUMN.
PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) mengklaim telah membayarkan klaim kepada nasabah sebesar Rp 23,4 triliun sejak berdiri pada Oktober 2020 hingga Desember 2025. Data tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya perusahaan meningkatkan transparansi dan akses layanan bagi pemegang polis.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperluas kanal layanan klaim melalui pendekatan digital. IFG Life memanfaatkan ekosistem aplikasi One by IFG yang terintegrasi untuk layanan kesehatan, proteksi, dan investasi.
Hingga akhir 2025, platform ini tercatat digunakan lebih dari 370.000 pengguna aktif, dengan total lebih dari 250.000 transaksi lintas layanan.
Melalui aplikasi tersebut, pemegang polis dapat mengakses informasi polis, memantau proses klaim, hingga memanfaatkan layanan kesehatan secara digital. Model layanan ini dinilai relevan dengan perubahan perilaku masyarakat yang semakin mengandalkan kanal daring untuk kebutuhan finansial.
Selain digitalisasi, IFG Life juga tetap mempertahankan layanan tatap muka, khususnya untuk pengajuan klaim jatuh tempo yang memerlukan pendampingan langsung. Perusahaan membuka dua kantor layanan khusus di Jakarta dan Surabaya, masing-masing berlokasi di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, serta Jalan Trunojoyo, Surabaya.
Corporate Secretary IFG Life, Gatot Haryadi, mengatakan penguatan layanan klaim dilakukan untuk memberikan kepastian proses bagi pemegang polis.
“Proses pengajuan klaim kini dapat dilakukan melalui kanal digital maupun layanan tatap muka, terutama untuk klaim jatuh tempo, sehingga nasabah memiliki pilihan sesuai kebutuhannya,” ujar Gatot dalam keterangan resminya.
Penguatan layanan klaim ini mencerminkan upaya industri asuransi dalam menjawab tuntutan publik akan proses yang lebih cepat, mudah, dan transparan. Di tengah meningkatnya literasi keuangan dan ekspektasi masyarakat terhadap layanan keuangan, kecepatan serta kejelasan klaim menjadi salah satu indikator kepercayaan nasabah.
Ke depan, digitalisasi layanan klaim diperkirakan akan terus berkembang seiring dengan transformasi industri asuransi nasional. Integrasi layanan digital dan fisik dinilai menjadi kunci untuk menjangkau lebih banyak masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman nasabah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
