
Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (20/1) (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pemerintah akan membentuk Komite Nasional Kereta Cepat. Pembentukan ini dilakukan guna mempermudah pengambilan keputusan strategis terkait dengan Kereta Cepat, mulai dari rencana restrukturisasi Kereta Cepat Jakarta Bandung alias Whoosh dan juga pengembangan Kereta Cepat Jakarta Surabaya.
Hal ini sebagaimana disampaikan Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) usai bertemu dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (20/1).
"(Soal restrukturisasi KCJB) Ini sedang kita cari yang terbaik, kami juga sedang menyusun semacam komite nasional kereta cepat. Karena ini juga penting untuk bisa mengambil langkah-langkah strategis maupun taktis," kata Menko AHY.
Sejalan dengan rencana pembentukan Komite Nasional, Ketua Umum Partai Demokrat ini juga mengatakan bahwa pemerintah juga akan mengusung pembuatan Peraturan Pemerintah (PP) terkati dengan kereta cepat.
"Yang kedua kita juga sedang mengusung bisa dikatakan peraturan pemerintah yang bisa mengayomi bukan hanya kereta cepat Jakarta-Bandung tapi seluruh wilayah lainnya. Karena tadi ada semangat dan rencana untuk pengembangan sampai dengan Surabaya," tukasnya.
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria membeberkan skema pembagian porsi pembayaran utang Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau layanan Whoosh. Ia menegaskan, restrukturisasi utang yang tengah dibahas pemerintah merupakan solusi terbaik dan akan dibagi sesuai tanggung jawab masing-masing pihak.
"Masalah restrukturisasinya juga sudah disampaikan oleh Pak Presiden. Tentu melibatkan pemerintah dan Danantara. Nah ini juga solusi terbaik," kata Dony kepada awak media di Jakarta, Selasa (11/11).
Lebih lanjut Donny juga menyampaikan bahwa porsi pembayaran antara pemerintah dan Danantara telah digarisbawahi secara jelas sebagaimana sudah diketahui pulai oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, Danantara bakal menanggung biaya yang berkaitan dengan operasional layanan Whoosh, sementara pemerintah akan bertanggung jawab pada sisi infrastruktur.
"Tentunya mana yang porsinya Danantara tentu akan dilakukan oleh Danantara, terutama sekali berkaitan operasional daripada Whoosh. Dan juga ada porsinya pemerintah tentunya yang berkaitan dengan infrastruktur," lanjutnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Feyenoord vs AZ Alkmaar: Sama-Sama Produktif, Laga Berpotensi Imbang
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Surabaya Panas! Keringat Penjahit, Kipas Angin Laris, dan Tagihan Listrik Bengkak
Prediksi Skor Barcelona vs Getafe di Liga Spanyol: Blaugrana Pesta Gol di Camp Nou
Prediksi Susunan Pemain Como vs AS Roma: Fabregas Siapkan Taktik Subbuteo
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022