
Konferensi pers PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) setelah menggelar simulasi OKD level 1 di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (3/10). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Keberadaan organisasi keadaan darurat (OKD) di sebuah perusahaan menjadi faktor vital untuk menjamin keselamatan kerja dan keberlangsungan operasional. Dalam situasi krisis, mulai dari gempa bumi, kecelakaan kerja, bahkan kebakaran, respon cepat dari tim darurat dapat meminimalisasi kerugian sekaligus menyelamatkan nyawa.
Selain melindungi sejumlah pihak, organisasi keadaan darurat juga berperan menjaga aset perusahaan agar tidak mengalami kerusakan yang lebih besar. Dengan adanya prosedur dan koordinasi yang jelas, risiko kerugian finansial dapat ditekan, sementara reputasi perusahaan tetap terjaga di mata publik maupun pemangku kepentingan.
Lebih jauh, kesiapan menghadapi keadaan darurat menjadi cerminan profesionalisme. Perusahaan yang sigap dan tanggap dalam manajemen krisis menunjukkan komitmen terhadap tanggung jawab sosial serta kepatuhan terhadap regulasi keselamatan, sehingga meningkatkan kepercayaan karyawan, mitra, hingga konsumen.
Hal ini juga yang dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) yang menggelar Latihan Organisasi Keadaan Darurat (OKD) Level Satu, sekaligus menunjukkan komitmen tinggi dalam kesiapsiagaan darurat di lapangan.
Latihan skala besar ini diadakan di Soekarno Hatta Fuel Terminal & Hydrant Installation (SHAFTHI) pada Jumat (3/10) dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan eksternal, termasuk Bandara Soekarno-Hatta.
Kegiatan OKD Level 1 ini bertujuan untuk melatih kemampuan dan kecepatan seluruh tim dalam merespons insiden secara tepat. Selain itu, pelatihan ini juga menekankan pentingnya peningkatan pemahaman dan kesadaran terhadap aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di lingkungan kerja.
Dengan persiapan ini, Pertamina berharap seluruh peserta mampu menerapkan prosedur keselamatan kerja, menjaga keamanan area, serta melindungi rekan kerja dan lingkungan dari potensi bahaya.
Simulasi kali ini dirancang sangat komprehensif, menguji kesiapan penanggulangan Major Accident Hazard (MAH). Latihan tidak hanya terfokus di Terminal SHAFTHI, tetapi juga melibatkan kesiapsiagaan di Emergency Command Centre Regional Jawa Bagian Barat dan Tim Penanggulangan Keadaan Darurat dari Integrated Terminal Jakarta.
Skenario yang diujikan adalah luberan Avtur pada tangki akibat kegagalan instrumen kontrol, yang kemudian bereskalasi menjadi kebakaran. Dampaknya tidak hanya terasa pada operasional SHAFTHI dan Bandara Soekarno-Hatta, tetapi juga memicu keresahan hingga demo masyarakat di sekitar lokasi.
Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga JBB, Freddy Anwar, menegaskan bahwa latihan OKD adalah bentuk mitigasi risiko yang tidak terhindarkan.
“Kegiatan OKD ini merupakan bagian dari upaya mitigasi kami terhadap potensi kejadian yang tidak diinginkan di lapangan. Tujuannya tentu untuk memastikan seluruh pekerja di lokasi siap, sigap, dan waspada dalam menghadapi berbagai situasi. Harapannya, melalui latihan ini, teman-teman semua bisa lebih tanggap dan terlatih dalam menjalankan prosedur keselamatan kerja secara maksimal,” ujar Freddy di kantor Pertamina Patra Niaga JBB, Jakarta Pusat, Jumat (3/10).
Senada dengan hal itu, Manager Soekarno-Hatta Fuel Terminal & Hydrant Installation (SHAFTHI), Ady Hafriady, menyampaikan fokus utama dari simulasi yang telah dirancang.
“Kegiatan ini kita rancang untuk menguji koordinasi, kecepatan respon, dan kesiapan seluruh personel dalam menghadapi situasi darurat. Melalui simulasi ini, Pertamina menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan standar keselamatan kerja, sekaligus memastikan operasional tetap andal dan aman bagi semua pemangku kepentingan,” jelas Ady.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Susanto August Satria, menekankan bahwa latihan ini merupakan langkah antisipatif jangka panjang.
“Latihan ini kita adakan sebagai langkah antisipasi, supaya kalau suatu saat terjadi keadaan darurat, kita sudah tahu harus berbuat apa. Ini juga bagian dari upaya kita menjaga keselamatan dan memastikan semua berjalan sesuai prinsip HSSE,” tutup Satria.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022