Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 September 2025 | 04.15 WIB

Liburan untuk Jiwa: Tren Wisata Wellness Kian Diminati Jelang Hari Kesehatan Mental Dunia

Pemandangan alam di Ubud, Bali, menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan yang ingin melepas penat dan mencari ketenangan jiwa. (Rian Alfianto/JawaPos.com) - Image

Pemandangan alam di Ubud, Bali, menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan yang ingin melepas penat dan mencari ketenangan jiwa. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

JawaPos.com - Setiap 10 Oktober, dunia memperingati Hari Kesehatan Mental yang pertama kali dicetuskan oleh World Federation for Mental Health pada 1992. Tujuan peringatan ini adalah meningkatkan kesadaran global akan pentingnya kesehatan jiwa, sebuah isu yang kerap terabaikan dalam keseharian. 

Kini, momentum tersebut tidak hanya menjadi agenda kampanye, tetapi juga pengingat bagi masyarakat untuk memberi ruang bagi diri sendiri di tengah tekanan hidup modern dan kesibukannya yang menguras emosi dan jiwa.

Kesadaran itu turut tercermin dalam cara orang berlibur. Bukan lagi sekadar pelarian dari rutinitas, liburan kini dipandang sebagai sarana merawat kesehatan mental dan mengisi ulang energi. 

Konsep wisata berbasis wellness dan olah raga semakin digemari: yoga di alam terbuka, tur bersepeda, trekking pagi hari, hingga resor dengan fasilitas spa dan meditasi menjadi pilihan populer.

Fenomena ini sejalan dengan proyeksi Kementerian Pariwisata Indonesia yang menyebutkan bahwa lebih dari 56 persen pakar memprediksi wisata kesehatan akan menjadi tren utama pada 2025. 

Dengan meningkatnya minat masyarakat, wisata wellness bukan lagi dianggap sebagai pasar khusus, melainkan sudah menjelma menjadi arus utama dalam dunia pariwisata.

Menyambut tren tersebut, platform perjalanan Traveloka turut mengangkat 10 perjalanan inspiratif bertema wellness untuk mengingatkan kembali bahwa liburan bisa menjadi ruang pemulihan diri, khususnya menjelang Hari Kesehatan Mental Dunia.

"Perjalanan kini tidak lagi sekadar tentang menjelajahi destinasi, tetapi juga sarana merawat kesehatan fisik dan mental, serta memperkuat koneksi dengan hal-hal bermakna," ujar Baidi Li, VP Commercial Traveloka melalui keterangannya, Jumat (26/9).

Berdasarkan data pemesanan paruh pertama 2025, sejumlah kota di Indonesia muncul sebagai favorit wisatawan untuk liburan bernuansa wellness. Beberapa di antaranya adalah:

- Ubud, Bali – Yoga dan meditasi di tengah alam hijau serta spa tradisional Bali.
- Yogyakarta – Wisata bersepeda ke situs sejarah dan jalur pedesaan.
- Lombok – Aktivitas air seperti snorkeling, berselancar, hingga kelas yoga di resor.
- Danau Toba – Relaksasi dengan panorama geopark UNESCO.
- Jakarta – Staycation dengan fasilitas spa dan kebugaran di hotel ternama.

Selain itu, pengalaman seperti trekking Gunung Batur di Bali, lari di taman kota Surabaya, eksplorasi mangrove di Bintan, hingga wisata kuliner sehat di Padang juga semakin diminati.

Sementara itu, para psikolog juga kerap menekankan bahwa istirahat berkualitas merupakan salah satu cara sederhana menjaga kesehatan mental. Dengan rutinitas yang padat, liburan yang memadukan alam, aktivitas fisik, dan relaksasi dapat menjadi 'terapi' untuk mengurangi stres, memperbaiki suasana hati, sekaligus memperkuat hubungan sosial.

Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan ruang pemulihan diri, tren wisata wellness hadir sebagai salah satu jawaban. Momentum Hari Kesehatan Mental Dunia tahun ini mengingatkan bahwa perjalanan tidak hanya soal jarak tempuh, tetapi juga tentang menemukan kembali keseimbangan diri.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore