Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Agustus 2025 | 06.35 WIB

Antisipasi Kemacetan Kontainer di Tanjung Priok, IPC TPK Terapkan Terminal Booking System, Apa Efeknya?

ILUSTRASI Tumpukan kontainer saat proses loading di dermaga IPC TPK. (istimewa) - Image

ILUSTRASI Tumpukan kontainer saat proses loading di dermaga IPC TPK. (istimewa)

JawaPos.com - Evaluasi dilakukan IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) pasca kemacetan akibat kontainer yang mengular di Pelabuhan Tanjung Priok pada 17 April 2025. Sebagai tindak lanjut, perusahaan resmi menerapkan Terminal Booking System (TBS) yang dirancang untuk menekan antrean truk sekaligus mempercepat bongkar muat.

Direktur Utama IPC TPK, Guna Mulyana, menyebut bahwa TBS merupakan bukti keseriusan pihaknya mencegah kemacetan serupa terulang. "Kami menyiapkan sistem ini sebagai komitmen membenahi operasional pelabuhan dan aktivitas bongkar muat," katanya kepada wartawan, Rabu (20/8) 

Dengan sistem tersebut, truk kontainer dibatasi maksimal satu jam berada di terminal. Rata-rata waktu bongkar muat kini tercatat hanya sekitar 17 menit per kontainer. Untuk pengawasan, sopir wajib menggunakan kartu get pass yang terhubung ke pusat data.

Jika aktivitas melampaui 30 menit, sistem akan memberi peringatan dan langsung ditindaklanjuti tim lapangan. Selain itu, IPC TPK juga membatasi kapasitas harian hingga 3.000 kontainer demi menjaga kelancaran arus barang.

Sejalan dengan itu, ia mengatakan bahwa perusahaan mengembangkan sistem digital TOS Nusantara yang mengintegrasikan data pergerakan petikemas di seluruh terminal Pelindo, agar layanan makin cepat, transparan, dan mudah diakses.

Tidak berhenti di situ, IPC TPK menyiapkan berbagai inisiatif strategis pada 2025, antara lain penerapan Join Gate, pembangunan Container Scanner, standarisasi perencanaan dan kontrol operasional, hingga peningkatan kompetensi SDM. Targetnya, perusahaan bisa mencapai trafik petikemas sebesar 3,5 juta TEUs dengan pendapatan Rp2,9 triliun tahun ini.

Tantangan lain adalah menjaga Yard Occupancy Ratio (YOR) tetap di bawah 65 persen sesuai kebijakan otoritas pelabuhan. Pembatasan YOR penting untuk mencegah penumpukan truk yang berisiko menimbulkan kemacetan.

Dari sisi kinerja, IPC TPK mencatat arus petikemas 2,01 juta TEUs sepanjang Januari–Juli 2025, naik 15 persen dibanding periode sama tahun lalu. Hampir semua area mencatatkan pertumbuhan, seperti Tanjung Priok (15,8 persen), Panjang (31,1 persen), Palembang (4 persen), Teluk Bayur (17,9 persen), dan Pontianak (6,8 persen).

Perusahaan juga memperluas konektivitas dengan membuka 23 rute pelayaran baru dalam tiga tahun terakhir, termasuk ke China, Rusia, Oman, hingga Papua Nugini. Tahun ini, kerja sama kembali dijalin bersama Marsa Ocean Shipping, Meratus Line, Indo Container Line, dan MSC Line.

"Konektivitas dan percepatan port stay menjadi kunci untuk memangkas biaya logistik, baik untuk perdagangan dalam negeri maupun ekspor," pungkas Guna Mulyana.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore