Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Agustus 2025 | 19.33 WIB

GIIAS 2025 Sukses Gaet Pengunjung, tapi Penjualan Otomotif Belum Tentu Terdongkrak

Deretan line up Wuling yang dipamerkan di ajang GIIAS 2025. - Image

Deretan line up Wuling yang dipamerkan di ajang GIIAS 2025.

JawaPos.com - Gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 resmi berakhir pada Minggu (3/8), mencatat rekor sebagai pameran otomotif terbesar di luar Tiongkok dengan luas area mencapai lebih dari 120.000 meter persegi. 

Namun di balik kemeriahan dan tingginya antusiasme pengunjung, pertanyaan besar masih membayangi: apakah ajang ini mampu mendongkrak penjualan otomotif nasional di tengah tekanan daya beli masyarakat yang kian melemah?

Diselenggarakan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), GIIAS tahun ini diikuti oleh lebih dari 60 merek otomotif global, termasuk 40 merek kendaraan penumpang, 4 merek kendaraan komersial, 17 merek sepeda motor, serta 4 karoseri. 

Lebih dari 120 merek industri pendukung turut meramaikan, dengan puluhan kendaraan dan teknologi baru yang diperkenalkan ke publik, mulai dari world premiere, Asian premiere, hingga kendaraan konsep masa depan.

Menurut Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi, GIIAS 2025 menjadi bukti semangat industri otomotif Indonesia untuk terus bertahan dan berinovasi di tengah situasi yang tidak mudah. 

“Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, penyelenggaraan GIIAS kali ini menjadi dorongan yang sangat dibutuhkan industri otomotif Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan saat ini,” ujarnya.

Antusiasme Tak Selalu Berarti Daya Beli

Pihak penyelenggara mencatat total kunjungan mencapai 485.569 orang selama 11 hari. Meski angka tersebut menunjukkan tingginya minat terhadap dunia otomotif, belum tentu hal ini linear dengan peningkatan penjualan kendaraan baru.

“Fluktuasi transaksi pasti terjadi. Ada yang meningkat, ada pula yang menurun. Ini adalah hal biasa,” kata Rizwan Alamsjah, Ketua III Gaikindo sekaligus Ketua Penyelenggara GIIAS. Ia menambahkan, meskipun transaksi bukan target utama GIIAS, pencapaian dari peserta tetap akan jadi indikator penting terhadap geliat pasar.

Namun, belakangan ini pelaku industri otomotif kerap mengeluhkan penurunan permintaan kendaraan, seiring dengan melemahnya daya beli masyarakat akibat tekanan ekonomi. Inflasi yang tinggi, kenaikan biaya hidup, serta ketidakpastian kondisi global turut menahan minat beli, terutama untuk kendaraan baru.

Salah satu program favorit di GIIAS 2025 tetap hadir: fasilitas test drive yang memungkinkan pengunjung merasakan langsung teknologi dan performa mobil baru. 

Tercatat hampir 20 ribu trip test drive dilakukan selama pameran berlangsung, menjadi indikator lain bahwa rasa penasaran publik masih tinggi terhadap teknologi terbaru seperti kendaraan listrik, fitur ADAS (advanced driver-assistance systems), hingga model hybrid.

Namun, minat ini belum tentu berujung pada keputusan pembelian. Banyak pengunjung sekadar ingin mencoba, membandingkan, atau sekadar mencari hiburan.

Meski fokus utama GIIAS tetap di BSD City, penyelenggaraan GIIAS The Series 2025 akan berlanjut ke lima kota besar di Indonesia: Surabaya, Semarang, Bandung, dan Makassar. 

Langkah ini diharapkan bisa menjangkau pasar lebih luas dan merespons kondisi ekonomi yang cenderung berbeda di tiap wilayah.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore