Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 Juli 2025 | 01.55 WIB

Sektor Manufaktur masih Vital untuk Ekonomi Jawa Timur

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Joko Irianto (kanan) salah satu stan pameran Manufacturing Surabaya 2025 Rabu (16/7). (M Salsabil Adn) - Image

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Joko Irianto (kanan) salah satu stan pameran Manufacturing Surabaya 2025 Rabu (16/7). (M Salsabil Adn)



JawaPos.com
-Kontribusi sektor manufaktur terhadap ekonomi Jawa Timur masih mendapatkan perhatian. Semua pemangku kepentingan merasa bahwa pelaku industri harus bisa menyesuaikan kinerja dengan arus yang ada. Salah satunya, tren keberlanjutan. 


Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Joko Irianto mengatakan, manufaktur juga harus menjadi salah satu titik vital dalam pembangunan ekonomi provinsi ke depan.

Seperti yang sudah diketahui, sektor tersebut menyumbang lebih dari 30 persen dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi. ''Di tengah berbagai tantangan, sektor manufaktur masih menjadi penyumbang utama ekonomi. Hal ini tentu harus dipertahankan ke depannya,'' jelasnya Rabu (16/7).

Dia mengatakan, jumlah industri mesin di Jatim 476 unit usaha. Tiga wilayah terbesar adalah Gresik, Malang, dan Mojokerto dengan jumlah 27 unit, 26 unit, dan 24 unit. Dari sana, tren ekspor mesin terus naik. Tahun lalu, ekspor mesin mencapai USD 850,6 juta. Tumbuh dibandingkan capaian 2023 senilai USD 724 juta.

Namun, impor mesin tahun lalu mencapai USD 3,04 miliar. Artinya, Jawa Timur masih defisit terkait produk mesin. Karena itu, dia berharap ada upaya agar di industri manufaktur serta pendukungnya di Jawa Timur bisa terus meningkat. ''Jadi kita harus memanfaatkan momen ini agar nantinya TKDN bisa meningkat,'' ujarnya.

Portofolio Director PT Pamerindo Indonesia Meysia Stephannie menambahkan, pihaknya merasa bahwa animo industri manufaktur cukup tinggi. Hal tersebut terlihat dari pertumbuhan skala pameran. Tahun ini, pihaknya menghadirkan 167 peserta pameran. Mereka datang dari sektor permesinan, otomasi industri, logistik, hingga teknologi produksi. 

Tahun ini, dia mengatakan sebagian besar peserta memamerkan teknologi berkelanjutan mereka. Sehingga, pelaku industri Jawa Timur bisa melakukan transformasi operasional yang lebih efisien dan ramah lingkungan. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore