
General Manager Unit Bisnis Industri Perum Bulog, Andy Nugroho usai menghadiri acara Kagama Leaders Forum Series di Kantor RRI Jakarta, Kamis (17/7). (Nurul Fitriana/Jawapos)
JawaPos.com - Perum Bulog memastikan seluruh beras premium yang telah dipasarkan di masyarakat dalam kondisi baik. Kepastian ini disampaikan usai masyarakat dihebohkan dengan temuan beras-beras premium yang menyalahi aturan mutu dan takaran alias oplosan.
General Manager Unit Bisnis Industri Perum Bulog, Andy Nugroho menegaskan, beras premium perusahaan pelat merah ini dipastikan dalam kondisi yang baik, sehat dan aman untuk dikonsumsi.
Pasalnya, kata Andy, seluruh beras premium yang dikemas ke masyarakat berasal dari petani dan diproduksi di infrastruktur milik Bulog. Bahkan, sebelum dipasarkan, Bulog lebih dulu memastikan telah diproduksi oleh mesin modern, uji kualitas hingga quality control yang ketat.
"Beras premium atau komersial Bulog itu kami produksi dari petani. Dari gabah, kami proses di infrastruktur kami. Tentunya dengan mesin yang sudah modern, dengan uji kualitas, quality control. Jadi menjamin bahwa beras itu sehat dan aman untuk dikonsumsi," kata Andy saat ditemui usai menghadiri acara Kagama Leaders Forum Series di Kantor RRI Jakarta, Kamis (17/7).
Di tengah terbitnya sejumlah daftar merek beras premium oplosan, Andy memastikan hingga saat ini untuk beras premium Bulog masih berada dalam naungan B-Food. Adapun salah satu mereknya, yaitu Setra Ramos.
"Umbrella brandnya B-Food. Nanti jenisnya banyak, ada B-Food, Setra Ramos, ada yang Slyp Super," pungkasnya.
Di sisi lain, Satgas Pangan Dittipideksus Bareskrim Polri menyampaikan temuan terkait pelanggaran oleh empat produsen beras nasional yang diduga melakukan pelanggaran terkait aturan mutu dan takaran alias oplosan. Adapun daftarnya, terdiri dari beras yang dikeluarkan Wilmar Group atas produk Sovia dan Fortune.
Hal ini berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan setelah Satgas Pangan Polri dari 10 sampel di Aceh, Lampung, Sulawesi Selatan, Yogyakarta, dan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).
Kemudian, PT Food Station Tjipinang Jaya dengan produk merk Alfamidi Setra Pulen, Beras Premium Setra Ramos, Beras Pulen Wangi, Food Station, Ramos Premium, Setra Pulen, dan Setra Ramos. Pemeriksaan dilakukan setelah sembilan sampel diambil dari Aceh, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Selain itu, ada juga sejumlah merek beras dari PT Belitang Panen Raya dengan produk Raja Platinum dan Raja Ultima. Pemeriksaan dilakukan setelah tim penyidik mengambil tujuh sampel yang bersumber dari Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Aceh, dan Jabodetabek.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
