Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 April 2026 | 04.56 WIB

Kejar Target Kelahiran 142.500 Ekor Pedet, Kementan Gencarkan IB di 20 Provinsi

Ketua Komite II DPD RI asal Nusa Tenggara Timur (NTT) Angelius Wake Kako saat kunjungan kerja ke Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Jawa Barat. (ANTARA) - Image

Ketua Komite II DPD RI asal Nusa Tenggara Timur (NTT) Angelius Wake Kako saat kunjungan kerja ke Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Jawa Barat. (ANTARA)

JawaPos.com - Komite II DPD RI mendukung penguatan inseminasi buatan (IB) Kementerian Pertanian guna meningkatkan mutu genetik ternak, produktivitas peternak, serta memperkuat ketahanan pangan nasional berkelanjutan melalui layanan reproduksi.

"Inseminasi buatan merupakan isu strategis yang harus dikawal bersama karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan nasional," kata Ketua Komite II DPD RI asal Nusa Tenggara Timur (NTT) Angelius Wake Kako atau yang akrab disapa Angelo, dikutip dari Antara, Jumat (24/4).

Dia menekankan hal itu dalam kunjungan kerja ke Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Jawa Barat, yang merupakan unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Pertanian. Balai ini berperan strategis dalam penyediaan semen (sperma) beku berkualitas dan pengembangan teknologi reproduksi ternak.

"Namun dalam pelaksanaannya, masih terdapat tantangan terkait rendahnya tingkat adopsi teknologi oleh peternak, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia atau inseminator, serta kendala distribusi semen beku ke berbagai daerah di Indonesia,” ujar Angelo.

Menurut dia, kondisi tersebut perlu dijawab melalui penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan agar efektivitas program inseminasi buatan dapat meningkat.

Selain itu, diperlukan penyusunan kebijakan yang lebih responsif dan berbasis kebutuhan peternak sehingga pelaksanaan program berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produktivitas ternak.

Angelo juga menilai petugas inseminator bukan hanya menjalankan tugas teknis, tetapi menjadi pendamping penting bagi peternak dalam meningkatkan kualitas usaha.

“Kehadiran negara harus benar-benar dirasakan hingga ke tingkat peternak dan petugas lapangan. Ketika inseminator kuat, maka peternak juga akan lebih percaya diri dalam mengembangkan usahanya, dan pada akhirnya ketahanan pangan nasional akan semakin kokoh,” katanya.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda mengatakan subsektor peternakan memiliki peran strategis dalam penyediaan protein hewani berupa daging, susu, dan telur untuk mendukung ketahanan pangan nasional, yang menjadi salah satu prioritas Presiden periode 2025–2029.

Menurut Agung, untuk daging ayam dan telur Indonesia sudah surplus. Namun, untuk daging sapi dan kerbau, produksi nasional pada 2026 baru diproyeksikan mencapai 479 ribu ton atau sekitar 50 persen dari kebutuhan nasional sebesar 964 ribu ton.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore