Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (14/5/2025). IHSG ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (14/5/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 7.214 pada Jumat (23/5), naik 1,4 persen dibandingkan pekan lalu. Lonjakan ini didukung oleh net buy asing Rp 2 triliun di pasar reguler.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan mengatakan angka tertinggi dalam lima minggu terakhir dan lebih dari dua kali rata-rata inflow mingguan sejak April.
Di sisi lain, secara teknikal IHSG saat ini sudah bergerak di atas level 7.000 yang menandakan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.
"Meskipun begitu investor juga harus tetap waspada, karena ada resistance penting di level 7.400, yang sebelumnya menjadi area yang diuji berkali-kali, sebelum akhirnya IHSG mencetak all time high di level 7.800 pada September 2024 lalu," kata David dalam keterangan yang diterima JawaPos.com, Minggu (25/5).
Lebih lanjut, David menjelaskan bahwa pergerakan IHSG pada pekan lalu dipengaruhi sentimen global dan domestik. Dari global, ada sentimen kebijakan tarif Donald Trump dan harga emas.
Untuk diketahui, Presiden Trump telah mengumumkan tarif impor sebesar 50 persen terhadap produk Uni Eropa mulai 1 Juni 2025, dengan alasan ketidakseimbangan perdagangan dan hambatan perdagangan yang tidak adil dari pihak EU.
Sedangkan, Inggris sendiri dikecualikan dari kebijakan ini karena telah menyepakati perjanjian perdagangan pasca-Brexit dengan AS.
Sementara itu terkait sentimen harga emas, ketidakpastian ekonomi global mendorong investor mencari aset safe haven seperti emas. Akibatnya, permintaan emas meningkat tajam, dengan pengeluaran global untuk emas mencapai 0,5 persen dari PDB dunia, tertinggi dalam 50 tahun terakhir.
"Harga emas saat ini ada potensi untuk kembali ke all time high. Selanjutnya dari domestik ada sentimen suku bunga Bank Indonesia (BI)," jelas David.
Diketahui, pada 21 Mei 2025 lalu Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen, setelah mempertahankan suku bunga selama tiga pertemuan sebelumnya.
Langkah ini diambil untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang melambat, dengan pertumbuhan kuartal I-2025 sebesar 4,87 persen, serta untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal.
Sementara itu, berbicara tentang potensi market pekan ini yang hanya akan berlangsung selama 3 hari perdagangan 26-28 Mei 2025 karena ada libur dan cuti bersama Hari Kenaikan Yesus Kristus, David mengimbau para trader untuk mencermati dua katalis kunci pada pekan ini yakni Rebalancing Index MSCI dan aliran dana asing.
David menegaskan rebalancing Indeks MSCI yang dijadwalkan pada akhir Mei 2025 dapat memengaruhi aliran dana asing ke pasar saham Indonesia.
Investor asing diperkirakan akan menyesuaikan portofolio mereka sesuai dengan perubahan bobot dalam indeks tersebut. Namun dalam sepekan lalu, investor asing mencatatkan aksi beli bersih sebesar Rp 2 Triliun di pasar reguler.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
