
Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi (Nurul F/JawaPos.com)
JawaPos.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menyerahkan proposal reformasi pasar modal kepada penyedia indeks global MSCI. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjawab sejumlah perhatian (concern) MSCI terkait transparansi dan likuiditas pasar modal Indonesia.
Pejabat Pengganti (Pjs) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan pertemuan tersebut berlangsung sesuai dengan jadwal dan kesepakatan yang telah disusun sebelumnya.
“Sesuai dengan kesepakatan dan jadwal, kami OJK kemudian juga SRO yang dalam hal ini dihadiri oleh perwakilan dari Bursa Efek Indonesia dan juga dari Kustodian Sentral Efek Indonesia. Tadi juga ada rekan-rekan dari Danantara yang ikut hadir dalam pertemuan dengan tim analis dari indeks provider global yaitu MSCI,” ujar Hasan dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Senin (2/2).
Hasan menjelaskan, isu-isu yang menjadi perhatian MSCI sejatinya selaras dengan rencana aksi OJK yang telah dicanangkan sebelumnya oleh pimpinan OJK. Dari delapan rencana aksi tersebut, fokus utama berada pada kluster transparansi dan likuiditas pasar.
“Untuk reminder saja, apa yang menjadi concern MSCI itu sangat align atau selaras dengan beberapa program rencana aksi kami,” tambahnya.
Ia merinci, pada kluster transparansi OJK menyoroti penguatan pengungkapan ultimate beneficial ownership, sementara pada aspek likuiditas OJK mendorong peningkatan free float sebagai kebijakan baru di pasar modal Indonesia.
Secara umum, dalam pertemuan tersebut OJK bersama Bursa Efek Indonesia dan KSEI telah mengajukan proposal solusi yang pada prinsipnya menjawab seluruh concern MSCI. Salah satu komitmen yang disampaikan adalah peningkatan pengungkapan kepemilikan saham.
Selain itu, OJK juga mengusulkan peningkatan granularity atau perincian klasifikasi investor. Jika sebelumnya data investor hanya terbagi dalam sembilan tipe utama, ke depan klasifikasi tersebut akan diperluas menjadi 27 sub-tipe investor. “Ini akan lebih memunculkan klarifikasi dan juga kredibilitas pengungkapan beneficial ownership dari pemilikan saham tersebut,” bebernya.
Tak hanya itu, OJK juga menyampaikan proposal kenaikan free float minimum dari ketentuan saat ini sebesar 7,5 persen menjadi 15 persen. Hasan menegaskan, kebijakan tersebut akan diterapkan secara bertahap dan melibatkan seluruh pelaku pasar.
Diskusi dengan MSCI, lanjut Hasan, berlangsung secara konstruktif. Bahkan, MSCI menyatakan kesediaannya untuk memberikan panduan teknis terkait metodologi dan perhitungan indeks yang mereka gunakan.
“MSCI menyediakan diri untuk memberikan guidance, dan kami bersepakat akan melakukan regular update kepada publik terkait progres komitmen yang kami jalankan,” tukas Hasan.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
