
Ilustrasi ekspor. (Dok. JawaPos.com)
JawaPos.com - PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA) memastikan tidak terdampak perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang sempat memanas.
Direktur Utama PT FKS Food Sejahtera Tbk, Gerry Mustika, mengungkapkan bahwa perusahaan tak terdampak perang dagang. Sebab, pasar utama AISA merupakan pasar domestik.
saat ini, pihakya berhasil meningkatkan cakupan outlet aktif mencapai 100.000 outlet yang telah berinteraksi dengan kanal distribusi perusahaan.
Terlebih, tujuan pasar ekspor AISA bukanlah negara-negara yang menerapkan tarif pada perang dagang.
Hanya saja, perusahaan mengidentifikasi peluang baru di berbagai kawasan, terutama Tiongkok sebagai pasar prioritas pada sisi ekspor.
“Kami juga sedang menjajaki beberapa negara lain sebagai bagian dari ekspansi internasional. Produk utama kami saat ini masih didominasi oleh lini snack. Namun, ke depan kami membuka peluang untuk pengembangan produk baru,” kata Gerry beberapa waktu lalu.
Sementara itu, memasuki Kuartal I 2025, pihaknya telah menjalankan berbagai inisiatif efisiensi lintas divisi serta optimalisasi operasional.
Pada lini riset dan pengembangan (R&D) saja, tutur Gerry, pihaknya mendorong penciptaan produk baru berbasis formulasi dan teknologi terkini untuk mendukung kebutuhan konsumen yang terus berkembang.
Di sisi lain, besaran capex (capital expenditure) atau belanja modal perusahaan pada 2025 saat ini mencapai angka Rp 100 miliar. Adapun untuk pertumbuhan laba bersih salah satunya ditopang oleh optimalisasi biaya operasional AISA.
Pada 2024, perusahaan juga membukukan capaian yang baik. AISA memperoleh laba bersih dengan angka Rp 69,48 miliar, melonjak tajam sebesar 269,66 persen dari laba bersih 2023 senilai Rp 18,8 miliar.
Bahkan, laba usaha perusahaan juga tumbuh sebesar 75,51 persen dari Rp76,48 miliar pada 2023, menjadi Rp134,23 miliar pada akhir 2024.
Dalam Laporan Keuangan, AISA juga berhasil membukukan penjualan bersih (netto) sebesar Rp 1,92 triliun sepanjang 2024.
Tumbuh sebesar 12,71 persen dari tahun sebelumnya yakni Rp1,7 triliun, sehingga menggambarkan efektivitas dari strategi pertumbuhan yang dijalankan.
Hal ini juga menunjukkan keberhasilan strategi perusahaan dalam memperkuat jaringan distribusi, efisiensi operasional dan tata kelola yang baik.
“Perseroan menyadari pentingnya memiliki jaringan distribusi yang kuat untuk menjangkau pelanggan secara efisien dan memperluas pangsa pasar. Karena itu kami konsisten fokus pada perluasan distribusi serta penguatan kampanye pemasaran, serta riset dan pengembangan produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen,” imbuh Gery.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
