Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Mei 2025 | 02.51 WIB

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Klaim Kelestarian Pesut Mahakam Kian Terjaga

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq (kiri) memberikan keterangan kepada media di peringatan Hari Keanekaragaman Hayati 2025 di Jakarta (22/5). (Hilmi/Jawa Pos) - Image

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq (kiri) memberikan keterangan kepada media di peringatan Hari Keanekaragaman Hayati 2025 di Jakarta (22/5). (Hilmi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Di sela peringatan Hari Keanekaragaman Hayati (Kehati) 2025 di Jakarta, Kamis (22/5), Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyoroti banyak aspek. Diantaranya adalah kelestarian sejumlah satwa Indonesia yang terancam punah. Salah satunya adalah Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris). 

Hanif bersyukur kondisi Pesut Mahakam saat ini sudah lebih baik. "Saya dapat laporan, angka kematian Pesut Mahakam karena jaring sudah nol persen," katanya di kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Upaya menekan kasus Pesut Mahakam tersangkut jaring dilakukan lewat pemasangan sensor pada jaring. Dengan teknologi tersebut, bisa mencegah kasus kematian pesut dengan efektif.

Saat ini yang masih jadi pekerjaan rumah adalah kasus pesut tertabrak kapal di sepanjang Sungai Mahakam. Serta masih adanya pesut yang tertangkap manusia. 

Hanif mengatakan, keanekaragaman hayati harus dijaga. Pada konteks hewan atau fauna, yang dijaga bukan hanya untuk kategori dilindungi. Tetapi satwa secara umum yang hidup alami di habitatnya. 

Dia mencontohkan monyet atau babi yang banyak ditemukan di hutan, harus dijaga. Keberadaan monyet atau kera saat ini terancam dengan sebaran penyakit.

"Ternyata bisa berpengaruh pada rantai makanan. Pemakan di atasnya sampai turun ke perkampungan," katanya. Pemicunya populasi monyet dan babi berkurang. 

Hanif menjelaskan, Kementerian Lingkungan Hidup bersama Kementerian Kehutanan berkolaborasi menjaga keanekaragaman hayati. Dia menegaskan upaya itu tidak bisa dilakukan sendirian oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

"Kementerian Kehutanan fokus pada spesies tertentu. Tapi untuk ekosistem, kami yang membuat normanya," kata dia.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore