
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat menyampaikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Tata Lingkungan 2025 di Serpong, Tangerang, Banten pada Rabu (25/11). (KLH/BPLH)
JawaPos.com - Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan kredit keanekaragaman hayati (biodiversity credit) yang dimulai lewat kerja sama bersama sejumlah pihak yang diresmikan dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-30 (COP30) Brasil.
"Kemudian, kita juga membangun koalisi biodiversity dengan United Kingdom (UK) dan Prancis melalui panel biodiversity. Jadi, ini kita sedang menyusun serius langkah-langkah untuk meningkatkan biodiversity ini menjadi semacam biodiversity credit dengan mengikuti pembelajaran kelemahan dan kelebihan dari Paris Agreement," kata Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq dalam sosialisasi hasil COP30 Brasil di Jakarta, Selasa (2/12).
Untuk memulainya, Indonesia dalam COP30 yang diadakan di Belem, Brasil itu telah menandatangani sejumlah nota kesepahaman dan kerja sama dengan beberapa negara dan organisasi internasional.
Dia memberikan contoh bagaimana Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI dan The Royal Foundation of The Prince and Princess of Wales telah menandatangani Letter of Intent (LoI) untuk memperkuat konservasi keanekaragaman hayati, pembangunan berkelanjutan, serta perang global melawan perdagangan ilegal satwa liar, dan kejahatan lingkungan.
Selain itu, KLH RI juga menandatangani MoU dengan Kementerian Energi dan iklim Inggris untuk memperkuat dan mengembangkan kerja sama dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, memperkuat tata kelola karbon, dan mendorong pembangunan rendah karbon yang berkelanjutan.
Indonesia juga meluncurkan Peta Jalan dan Panduan Aksi Ekosistem Karbon Biru Indonesia saat COP30, untuk memperkuat perlindungan, pemulihan, dan pengelolaan pesisir menuju ekonomi kelautan rendah karbon dan tahan iklim.
Kerja sama itu ikut mendukung langkah-langkah Indonesia mengatasi perubahan iklim, yang sudah didukung dengan penyerahan Second National Determined Contribution (NDC) untuk target iklim baru dan Rencana Adaptasi Nasional yang disyaratkan oleh Sekretariat UNFCCC. Termasuk untuk mendukung perkembangan tata kelola nilai ekonomi karbon yang sekarang dikembangkan di Tanah Air.
"Maka, kalau ada yang bertanya, apakah Indonesia tergopoh-gopoh menyelesaikan nilai ekonomi karbon? Tidak sama sekali. Kami sangat percaya diri bahwa kita melakukan dengan fondasi-fondasi yang sangat kokoh untuk ini," katanya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
