Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Mei 2025 | 00.28 WIB

Google Cloud Klaim Sumbang Rp 900 Triliun untuk Ekonomi Indonesia, Targetkan Rp 1.400 Triliun dalam Lima Tahun Kedepan

Country Director Google Cloud Indonesia, Fanly Tanto di Kawasan Jakarta Selatan. (Nanda Prayoga/JawaPos.com) - Image

Country Director Google Cloud Indonesia, Fanly Tanto di Kawasan Jakarta Selatan. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com - Google Cloud Indonesia mengungkapkan kontribusinya terhadap perekonomian Tanah Air selama lima tahun terakhir. Country Director Google Cloud Indonesia, Fanly Tanto, mengatakan, pihaknya telah memberi kontribusi sebesar Rp 900 triliun.

"Kontribusinya memberikan economic contribution di Rp 900 triliun yang membuat saya senang, kita sebenarnya telah membantu lapangan pekerjaan 92 ribu setiap tahunnya. Dan ketika kita melihat hyperscaler pada mulai berdatangan, kita sudah melihat itu 5 tahun yang lalu," kata Fanly di Kawasan Jakarta Selatan, Kamis (22/5).

Dia menjelaskan bahwa Google Cloud tak hanya berhenti di angka Rp 900 triliun. Dalam lima tahun kedepan, pihaknya berkeinginan berkontribusi sebesar Rp 1.400 triliun untuk sisi ekonomi.

Bahkan, dari sisi pekerjaan, perusahaan tampak ambisius lantaran ingin menyediakan 240 ribu lapangan pekerjaan. Adapun untuk meraih ini, Google Cloud mempunyai program ‘Bangkit Bersama AI’ yang terdiri dari lima pengembangan untuk meningkatkan nilai ekonomi Indonesia kedepannya dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sebanyak 8 persen.

Yang pertama sendiri adalah ekspansi yang telah diluncurkan yakni Cloud Region Jakarta untuk memenuhi kebutuhan AI. "Dan juga kita mengumumkan untuk ekspansi kapasitas komputasi AI. Jadi permintaan lokal, regulasi perusahaan, terutama harus ada," jelas dia.

Sementara itu, yang kedua merupakan investasi yang sangat besar dari Google Cloud untuk startup lokal. Sebab, perusahaan berkeinginan agar startup lokal tak kalah dengan negara lain.

"Lebih dari 25 persen startup yang ada di regional ternyata dari Indonesia. Yang nomor dua, 57 persen diantaranya startup ini adalah pemain kunci di digital ekonomi saat ini di Indonesia," jelas dia.

Selanjutnya yang ketiga yakni 70 persen unicorn atau perusahaan startup Indonesia yang mempunyai valuasi lebih dari USD 1 miliar ternyata menggunakan Google Cloud. "Kita selalu ingin memainkan peran, karena ini dari startup ya dari baby kita bareng-bareng sampai jadi unicorn itu adalah tujuan yang ingin kita capai bersama-sama. Kenapa kita mau melakukan itu? Karena kita melihat kalau misalnya startup maju, small business maju, UMKM maju, kita tuh bisa unblocking berapa? Rp 990 triliun," ungkap Fanly.

Teruntuk yang keempat yakni terus memperluas tenaga kerja AI dengan training dan pemberdayaan. Serta, yang kelima yakni bagaimana membingkai AI menjadi kecerdasan tambahan atau augmented intelligence.

"Tahu The Sphere nggak Bapak Ibu? Di The Sphere itu, kita kerja sama dengan The Sphere untuk pembuatan ulang film 'The Wizard of Oz'. Jadi, 'The Wizard of Oz' itu film lama, tapi dibuat di layarnya The Sphere dengan AI. Jadi kerjasama The Sphere dan Google Cloud, kita bikin film lama menjadi realita. Kelihatan banget, sampai dia lari-lari kakinya kelihatan. Nah, disitu nanti akan airing di bulan Agustus," tukas dia dengan percaya diri.

Atas program ini, Google Cloud tampak sangat berantusias. Sebab, langkah ini termasuk sangat baik untuk kemajuan Indonesia bersama.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore