
Aria Widyanto, Chief Compliance & Sustainability Officer Amartha. (Istimewa)
JawaPos.com - Ekosistem startup Indonesia masih berada dalam fase penuh tantangan akibat berlanjutnya tekanan pendanaan yang dipicu kondisi tech winter global.
Data sepanjang 2025 menunjukkan nilai investasi yang masuk ke startup domestik hanya mencapai sekitar USD 355,7 juta atau Rp 5,8 triliun, jauh di bawah capaian tahun 2021 yang sempat menembus USD 6,9 miliar atau Rp 112,5 triliun.
Situasi ini memperlihatkan semakin selektifnya investor dalam menyalurkan modal, di tengah berbagai persoalan yang masih dihadapi startup, mulai dari tata kelola perusahaan, validasi kebutuhan pasar, hingga kemampuan menghadirkan proposisi nilai yang unggul.
Meski demikian, startup tetap menjadi salah satu motor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Berbagai inovasi yang dikembangkan mampu menciptakan lapangan kerja, memperluas akses layanan keuangan, menghadirkan solusi ramah lingkungan, serta mendukung pemberdayaan masyarakat di berbagai wilayah.
Untuk menjawab tantangan tersebut sekaligus memperkuat dampak yang dihasilkan startup, menjelang pelaksanaan The 2026 Asia Grassroots Forum, Amartha dengan Gamechanger Series bisa menjadi wadah kolaborasi bagi startup dari beragam sektor untuk merancang, mengembangkan, dan menguji solusi yang memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM dan komunitas akar rumput.
Inisiatif tersebut digelar bersama unit Kumpul yang berfokus pada pengembangan kewirausahaan di Indonesia.
“The 2026 Asia Grassroots Forum menjadi wadah penting bagi startup di Indonesia untuk memperkenalkan solusi mereka kepada ekosistem yang lebih luas, termasuk jaringan investor internasional yang selama ini bermitra,” kata Aria Widyanto, Chief Compliance & Sustainability Officer Amartha di Jakarta, Senin (1/6).
“Kami melihat banyak startup memiliki inovasi yang relevan untuk menjawab tantangan di masyarakat, namun membutuhkan akses terhadap kolaborasi, validasi, dan dukungan pendanaan agar dapat berkembang lebih berkelanjutan,” ujarnya.
Gamechanger Series diharapkan menjadi sarana bagi startup untuk mengembangkan ide sekaligus mengujinya langsung di lapangan melalui pendekatan kolaboratif. Berbagai kegiatan yang akan dijalankan mencakup lokakarya co-creation, implementasi proyek percontohan, hingga sesi pemaparan hasil dan solusi kepada para pemangku kepentingan.

Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Profil Valentin Barco! Pemain Argentina Ditempeleng Jude Bellingham Usai Inggris Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
