
ILUSTRASI. Aneka produk daur ulang yang unik untuk digunakan demi mengurangi pemakaian plastik.
JawaPos.com - Produktivitas industri pulp dan kertas di dalam negeri terus meningkat. Itu seiring peningkatan kebutuhan domestik dan ekspor. Namun, diperlukan kebijakan yang dapat menjaga ketersediaan bahan baku.
"Salah satu kebutuhan bahan baku itu adalah kertas bekas atau daur ulang. Adapun Uni Eropa merupakan pemasok utamanya, yang hingga saat ini belum bisa dipenuhi dari dalam negeri. Baik dari sisi kualitas maupun kuantitas," kata Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika.
Dia melanjutkan, Uni Eropa mengeluarkan kebijakan mengenai pembatasan atau larangan ekspor limbah non-B3, termasuk kertas bekas. Hal itu sesuai dengan European Union Waste Shipment Regulation (EUWSR).
"Guna mengatasi hal tersebut, delegasi Indonesia telah melakukan pertemuan dan diskusi dengan likeminded countries, Komisi Uni Eropa (UE), dan Parlemen UE," ungkapnya.
Delegasi Indonesia terdiri atas perwakilan Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, KBRI Brussels, serta Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI).
Pertemuan dengan likeminded countries dilakukan untuk meningkatkan kesadaran negara pengimpor limbah dari UE. Di antaranya Turki, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Mesir guna menyusun strategi dalam mengurangi dampak penerapan regulasi UE.
Mayoritas likeminded countries belum mengetahui perkembangan terkini terkait proposal EUWSR, kecuali Turki yang sudah menyampaikan tanggapan resmi pada notifikasi EUWSR melalui WTO.
"Pemerintah RI akan menyusun position paper untuk kemudian dibahas bersama dengan likeminded countries dan disampaikan kepada UE," ujarnya.
Menurut Putu, Indonesia menekankan bahwa limbah non-B3 seperti kertas bekas hanya dapat diimpor sebagai bahan baku industri dan berkontribusi penting bagi perekonomian. Khususnya, peningkatan implementasi ekonomi sirkular. (dee/c17/dio)
---
INDUSTRI KERTAS BERKELANJUTAN UNI EROPA
- UE menghasilkan lebih dari 90 juta ton kertas dan karton setiap tahun.
- Eropa juga memproduksi lebih dari 36 juta ton pulp setiap tahun.
- Hasil produksi kertas dan pulp adalah 23 persen dari produksi dunia.
- Bahan baku terdiri atas 40 persen serat daur ulang dan 44 persen pulp murni. Sisanya 1 persen adalah pulp lain dan 15 persen bahan tidak berserat.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
