
Pekerja menata bahan kain di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (2/11/2021). Utilisasi industri tekstil dan produk tekstil atau TPT dalam negeri menunjukkan kinerja yang positif menjelang akhir 2021. Utilisasi industri itu berada di posisi 80-85% pada awa
JawaPos.com - Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) merupakan salah satu manufaktur yang mendapat prioritas pengembangan. Apalagi, sektor itu adalah padat karya dan berorientasi ekspor. Periode Januari–April 2022, TPT menjadi penghasil devisa dengan nilai sebesar USD 5,36 miliar.
"Dengan kontribusi tersebut, industri TPT memiliki peranan yang cukup penting dan strategis dalam mendorong perekonomian nasional," ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian Arus Gunawan akhir pekan lalu (27/8).
Arus mengemukakan, kinerja industri TPT akan berjalan lebih baik jika ditopang SDM yang memadai dan kompeten. "Pada masa pandemi Covid-19, menyerap tenaga kerja hingga 3,65 juta orang atau 19,5 persen dari total tenaga kerja industri manufaktur," katanya.
Meskipun demikian, industri TPT nasional masih kekurangan pasokan tenaga kerja. Jumlahnya pun signifikan hingga 135.000 orang per tahun.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid menambahkan, ke depan SDM industri yang unggul dan adaptif dengan perubahan menjadi kunci kemajuan bisnis sekaligus kemajuan suatu negara.
"Namun, Indonesia saat ini masih tertinggal kualitas SDM-nya dari negara-negara lain dengan tingkat pendapatan yang sama. Pada 2022, indeks human capital Indonesia berada di peringkat ke-96 dari 174 negara dan berada di belakang beberapa negara Asia Tenggara. Bahkan, saat pandemi, kita dihadapkan pada kenyataan pahit, kita kekurangan tenaga medis," ujarnya.
Merujuk studi terbaru McKinsey, Arsjad menyatakan bahwa 30 persen pekerja global akan tergantikan oleh otomatisasi pada 2030. Selain itu, pekerjaan administrasi nantinya tergantikan oleh teknologi AI, sama halnya dengan sektor industri SDA yang secara perlahan bertransisi menuju industri hijau.
Arsjad memprediksi, di Indonesia akselerasi Teknologi 4.0 memiliki potensi untuk mendorong produktivitas dan menghasilkan keuntungan hingga 70 persen bagi perusahaan, menciptakan 20 juta lapangan kerja baru, serta menciptakan tambahan USD 120 miliar dalam output ekonomi tahunan. Industri tekstil sendiri menjadi salah satu industri yang masuk prioritas Industri 4.0.
"Hal ini merupakan momentum sekaligus peluang yang mesti kita siapkan untuk mencapainya," ujarnya.
Ketua Kadin itu mengingatkan, tenaga kerja Indonesia harus mampu beradaptasi di era revolusi Industri 4.0 ini. "SDM tetap mampu bersaing di era digital, perlu menambah skill dengan cara reskilling atau upskilling," tuturnya.
PERFORMA INDUSTRI TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL DI INDONESIA
Periode | Pertumbuhan
2020 | -8,8 persen
2021 | -4,08 persen
2022* | 2,31 persen
TARGET-TARGET KINERJA SEMUA INDUSTRI SELAMA 2022
Kinerja | Realisasi 2021 | Target 2022
Ekspor | USD 177,1 miliar | USD 180 miliar
Investasi | Rp 325,4 triliun | Rp 310 triliun
Penyerapan tenaga kerja | 18,6 juta orang | 20,8 juta orang
Ket *: proyeksi
Sumber: Kemenperin

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
