
Pengunjung membeli minyak goreng kemasan di Pusat Perbelanjaan, Jakarta, Jumat (18/3/2022). Imbas Pemerintah mencabut kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng berdampak pada daya beli masyarakat menurun karena melambungnya harga dipasaran diba
JawaPos.com - Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) merespons tingginya harga minyak goreng di Indonesia yang terjadi belakangan ini. Ketua BPKN Rizal Halim menyampaikan, pihaknya melakukan survei kepada 65 responden konsumen minyak goreng yang membeli secara kemasan dengan rata-rata 3-4 kilogram (Kg) per bulan dengan harga Rp 48.000 per dua liter sebanyak 48 persen.
"Harga eceran tersebut dianggap terlalu tinggi untuk harga eceran pada saat ini. Kesanggupan konsumen hanya sekitar Rp 14.000-Rp 15.000 per liter, atau sesuai harga eceran tertinggi (HET) dalam kemasan yang ditetapkan oleh pemerintah sebelumnya," kata Rizal Halim di Jakarta, Kamis (7/4).
Menyikapi hal ini, lanjut Rizal, menyerahkan rekomendasi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar menetapkan HET minya goreng curah senilai Rp 11.500 per liter. Kemudian, Rp 13.500 untuk minyak goreng kemasan sederhana dan Rp 14.000 per liter untuk minyak goreng kemasan premium.
"Hal ini sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 6 Tahun 2022 yang telah dicabut," tegas Rizal.
Rizal mengemukakan, perang Rusia-Ukraina diyakini tidak memengaruhi CPO domestik. Karena Indonesia merupakan produsen terbesar minyak sawit dunia.
Dia mengharapkan, prioritas minyak sawit dalam negeri bisa lebih diutamakan dibanding kepentingan ekspor. "Tidak ada yang bisa membenarkan harga CPO dunia mengerek harga CPO kita (dalam negeri) juga naik. Karena karakteristik CPO kita ini memproduksi, kita menjual bukan membeli," ungkap Rizal.
Rizal pun menegaskan, isu kelangkaan minyak goreng bisa dimitigasi dengan memprioritaskan konsumsi minyak goreng dalam negeri. "Kalau CPO kita bisa mengatur harga harusnya. Karena pasokan terbesar di dunia ini dari Indonesia. Sehingga bahwa kita bisa memilah ada realita global ada realita domestik. Kita bisa mengedepankan domestik kita terlebih dahulu, kepentingan nasional. Isu kelangkaan bisa kita mitigasi," pungkas Rizal.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
