
ILUSTRASI: Masyarakat membeli BBM untuk kebutuhan kendaraannya. (Humas Pertamina Patra Niaga)
JawaPos.com - Di tengah isu perang Timur Tengah dan menjelang masa libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H, masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) secara berlebihan.
Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Mufti Mubarok mengatakan, kepanikan justru berpotensi menciptakan kelangkaan semu di lapangan akibat distribusi tidak seimbang.
“Gunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan. Tidak perlu panic buying karena justru dapat mengganggu stabilitas pasokan,” kata Mufti Mubarok kepada wartawan di Jakarta, Rabu (18/3).
Dia menilai pemerintah dan Pertamina telah berupaya memastikan ketersediaan BBM tetap aman selama arus mudik dan hari raya Idul Fitri 2026.
Baca Juga:Kapolri Pastikan Stok BBM dan Pangan Aman, Ajak Masyarakat Bersatu Dukung Kebijakan Pemerintah
Mufti menyadari bahwa ketegangan di kawasan Timur Tengah itu telah menyebabkan terganggunya distribusi pasokan energi yang melintasi Selat Hormuz dan membuat gejolak harga minyak mentah dunia.
Periode mudik tahun ini memang telah menyebabkan terjadinya lonjakan mobilitas masyarakat secara signifikan. Untuk itu, langkah pemerintah untuk memastikan jaminan pasokan stok energi nasional menjadi krusial.
Dia berharap Pertamina mampu menjaga stabilitas stok sekaligus kelancaran distribusi ke seluruh wilayah nusantara, terutama di jalur-jalur utama pemudik maupun di daerah yang menjadi tujuan pemudik.
“Momentum mudik membutuhkan kesiapan ekstra, khususnya dalam menjaga ketersediaan BBM agar tetap aman dan mudah diakses masyarakat di berbagai titik perjalanan,” ujarnya.
Kehadiran negara melalui BUMN energi menjadi kunci dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kepastian pasokan, dinilai dia, sangat penting agar aktivitas mudik dapat berlangsung tanpa banyak hambatan.
Di tengah dinamika global yang masih bergejolak, termasuk ketegangan geopolitik yang melibatkan kekuatan besar seperti Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, Mufti mengajak masyarakat agar menyikapinya secara wajar saja. Menurutnya, pemerintah telah memiliki sistem pengamanan cadangan energi nasional yang cukup solid.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Pemerintah bersama Pertamina memiliki mekanisme untuk menjaga ketahanan energi nasional tetap stabil,” katanya.
Selain itu, BPKN juga menyoroti pentingnya penguatan distribusi BBM di titik-titik krusial seperti jalan tol, jalur Pantura, serta lintas antarprovinsi yang diperkirakan akan mengalami kepadatan tinggi. Kesiapan infrastruktur distribusi dinilai menjadi faktor penting untuk mencegah antrean panjang di SPBU.
