
Seorang pedagang minyak goreng curah di pasar. Dipta Wahyu/JawaPos
JawaPos.com - Harga minyak goreng terus mengalami kenaikan belakangan ini. Kenaikan itu dianggap tidak dapat ditoleransi. Pemerintah diminta melakukan intervensi pasar.
Wakil Ketua Komisi VI DPR Martin Manurung sangat menyayangkan harga minyak goreng di pasaran tidak terkontrol. Padahal kebutuhan komoditas itu terus meningkat, terutama dalam menyambut natal dan tahun baru (Nataru).
Martin mengingatkan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi untuk segera melakukan intervensi pasar. Sayangnya minyak goreng justru terus naik.
“Ini sudah terlalu lama dibiarkan. Akhir tahun seperti saat ini kebutuhan minyak goreng sudah pasti meningkat. Sementara, kita belum melihat solusi apa yang diberikan Kementerian Perdagangan,” ujar Martin kepada wartawan di Jakarta, Selasa (7/12).
Ketua DPP Partai NasDem itu menyinggung tentang Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) mengenai harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng. Di dalam permendag itu, HET minyak goreng kemasan sederhana Rp 11.000 per liter atau 0,8 Kg. Sementara di pasaran saat ini minyak goreng curah Rp17.800/Kg dan yang bermerk mencapai Rp 19.000 hingga Rp 19.450/Kg.
“Pemerintah telah menetapkan HET melalui peraturan menteri, tetapi pada praktiknya ketentuan itu diabaikan dan tidak ada sangsi bahkan bagi pelaku usaha,” ungkapnya
Anggota DPR dari dapil Sumut 2 itu menyebut kondisi di lapangan saat sungguh memprihatinkan. Bukan saja bagi pelaku UMKM, kenaikan harga minyak goreng juga berdampak kepada kesehatan rakyat.
“Karena harga mahal, banyak masyarakat terpaksa menggunakan minyak goreng berulang yang kondisinya sudah hitam dan tidak layak. Bahkan minyak goreng oplosan yang dulu dengan susah payah berhasil diatasi, sekarang kembali marak lagi akibat kenaikan harga saat ini,” paparnya.
Menurut dia, Pemerintah tidak hanya menyampaikan penyebab kenaikan harga. Karena menurutnya, masyarakat hanya tahu harga di pasaran saat ini.
“Berikan dulu solusi untuk harga pasar. Lakukan intervensi pasar dalam bentuk program apa pun itu. Karena itu yang ditunggu masyarakat saat ini. Jangan ditunggu-tunggu lagi,” tegasnya.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
