
PANIC BUYING: SPBU di Jalan Gresikan, Surabaya, memasang tanda bertulisan habis untuk pengisian bahan bakar solar, Senin (18/10). (AHMAD KHUSAINI/JAWA POS)
Photo
PANIC BUYING: Antrean kendaraan di SPBU Semampir, Kota Kediri, kemarin (19/10). (JAWA POS RADAR KEDIRI)
Di Surabaya, kepadatan angkutan barang di SPBU masih terjadi hingga kemarin (19/10). Namun, jumlahnya relatif berkurang jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Pengusaha meminta evaluasi terkait subsidi solar agar tidak berdampak pada inflasi barang.
Sebab, kelangkaan solar selalu terjadi di akhir tahun sejak 2019. Banyak pengusaha angkutan yang tidak siap dengan kurangnya ketersediaan BBM. Sejumlah pengusaha merespons hal itu dengan menaikkan ongkos pengiriman barang.
Ketua DPC Aptrindo (Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia) Kota Surabaya Putra Lingga menjelaskan, ada alternatif jenis BBM yang bisa dipakai selain solar bersubsidi. Namun, harganya hampir dua kali lipat. ’’Kami masih terbebani dengan harganya. Masih terlalu mahal untuk saat ini,” katanya.
Menurut dia, penggantian jenis BBM akan mendorong naiknya biaya logistik. Prediksinya sampai 35 persen. ’’Dampaknya, pengusaha angkutan ikut menaikkan tarif pengiriman barang. Inflasi akan terjadi,” ujar Lingga.
Di Tulungagung, belasan kendaraan berbahan bakar solar terlihat mengantre di beberapa SPBU kemarin. Dari pantauan Jawa Pos Radar Tulungagung, antrean itu terjadi di SPBU Jepun. Sejumlah sopir mengeluhkan kondisi tersebut. Antrean juga tampak di Kediri. Jawa Pos Radar Kediri melaporkan, antrean panjang terjadi di SPBU Semampir. Kendaraan mengantre sampai ke tepi jalan dengan jarak 15 meter.
Photo
PANIC BUYING: Puluhan truk, mobil, dan jeriken milik penjual bahan bakar enceran mengantre solar di SPBU Sangen, Kabupaten Madiun. (R. RENDRA BAGUS/JAWA POS RADAR MADUIN)
Menurut Kabag Ekonomi Pemkot Kediri Ahmad Zachrie, antrean panjang di SPBU itu dipicu permintaan yang tinggi. ’’Stoknya ada, sudah mencukupi,” tuturnya.
Dia mengakui, Pertamina sempat mengurangi stok solar saat PPKM level IV dan III di Kota Kediri. Selain terjadinya lonjakan permintaan, Zachrie mengakui ada keterlambatan pengiriman solar ke Kediri. Untuk persiapan hingga akhir tahun ini, Pertamina sedang melakukan kajian untuk penambahan stok. Di tahun-tahun sebelumnya, Pertamina bisa mengusulkan penambahan 5 persen. ’’Jumlah kebutuhannya masih dihitung Pertamina,” paparnya.
Di Madiun, beberapa kendaraan harus antre lebih dari satu jam untuk mendapatkan solar. ’’Sudah dua jam antre,’’ keluh Andri, sopir dump truck, kepada Jawa Pos Radar Madiun di SPBU Sangen, Geger, kemarin.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
